Ganjar Pranowo Sebut Varian Baru Covid-19 di Kudus yang Pertama di Jateng

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah), memberikan bantuan alat kesehatan kepada Dinkes Kabupaten Banyumas saat meninjau program vaksinasi COVID-19 di Puskesmas II Sokaraja, Banyumas, Jateng, Kamis 10 Juni 2021. Ganjar meminta perubahan pola vaksinasi dengan menargetkan vaksin yang ada saat ini diberikan seluruhnya untuk lansia hingga bulan Juli, menyusul kepastian akan adanya ketersediaan vaksin COVID-19 dalam jumlah besar dari Kementerian Kesehatan RI. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

    Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah), memberikan bantuan alat kesehatan kepada Dinkes Kabupaten Banyumas saat meninjau program vaksinasi COVID-19 di Puskesmas II Sokaraja, Banyumas, Jateng, Kamis 10 Juni 2021. Ganjar meminta perubahan pola vaksinasi dengan menargetkan vaksin yang ada saat ini diberikan seluruhnya untuk lansia hingga bulan Juli, menyusul kepastian akan adanya ketersediaan vaksin COVID-19 dalam jumlah besar dari Kementerian Kesehatan RI. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan temuan varian baru Covid-19 dari India di Kabupaten Kudus merupakan yang pertama di Jawa Tengah. Ia meminta hal itu harus menjadi kewaspadaan semua orang karena penularannya disebut sangat cepat.

    "Sekali lagi dicatat, varian baru virus Covid-19 sudah masuk di Kudus. Maka, masyarakat harus sadar betul akan penularannya yang lebih cepat dibanding virus varian sebelumnya," kata Ganjar, Ahad, 13 Juni 2021. 

    Untuk menghindari dan menekan penularannya, ia meminta warga harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama saat berada di keramaian dan jangan pernah melepas masker.

    Ia mengusulkan kepada warga agar di rumah saja selama lima hari, khususnya bagi orang tua, lanjut usia (lansia), dan anak-anak. Politisi PDIP ini menuturkan warga bisa keluar rumah bila ada kepentingan yang sangat mendesak dan kegiatan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) diperbanyak.

    ADVERTISEMENT

    Menurut dia, untuk memutus mata rantai penularan varian baru Covid-19 harus dilakukan bersama-sama. Untuk memastikan apakah varian baru Covid-19 hanya ditemukan di Kudus, pemeriksaan sampel genome pasien Covid-19 akan diperbanyak dengan mengambil sampel dari beberapa kabupaten.

    Selain itu, Pemprov Jateng juga mengajukan bantuan ke pusat karena Kudus yang pertama. "Saya sempat curiga dengan pergerakan tiga pekan sebelumnya hanya tiga kabupaten yang mengalami lonjakan kasus, terus bertambah menjadi delapan kabupaten dan sekarang 11 kabupaten. Saya waktu itu yakin ini pasti varian baru," ujar Ganjar Pranowo.

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo menambahkan bahwa pemeriksaan sampel genome pasien Covid-19 dari beberapa kabupaten, sudah dikirim ke laboratorium di UGM, Balitbangkes dan laboratorium pusat.

    Hasilnya, kata dia, baru bisa diketahui setelah dua pekan karena sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa mendeteksi secara cepat. Untuk menelusuri temuan varian baru Covid-19, ujarnya, juga bukan perkara mudah karena temuannya bukan dalam skala satu rukun tetangga (RT) melainkan lebih luas.

    Baca juga: Bupati Kudus Minta Warga Tak Khawatir soal Varian Baru Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?