Bupati Kudus Minta Warga Tak Khawatir soal Varian Baru Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pasien COVID-19 berjalan setibanya di rusun karantina bakalankrapyak Kudus, Jawa Tengah, Minggu, 6 Juni 2021. Sebanyak 90 pasien COVID-19 di Kudus yang melakukan isolasi mandiri di rumah dipindahkan ke tempat karantina terpusat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah guna mendapatkan penanganan yang lebih terarah. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

    Sejumlah pasien COVID-19 berjalan setibanya di rusun karantina bakalankrapyak Kudus, Jawa Tengah, Minggu, 6 Juni 2021. Sebanyak 90 pasien COVID-19 di Kudus yang melakukan isolasi mandiri di rumah dipindahkan ke tempat karantina terpusat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah guna mendapatkan penanganan yang lebih terarah. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Kudus Hartopo meminta masyarakat tak perlu khawatir dengan temuan varian baru Covid-19 dari India di daerah itu. Ia meminta warga tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

    "Penularan virus tetap sama seperti varian virus corona sebelumnya. Upaya menghindarinya juga tetap sama dengan mematuhi protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan," kata dia, Ahad, 13 Juni 2021.

    Ia mengajak warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak tak keluar rumah demi mencegah penularan virus corona. Bupati Hartopo menilai kesadaran warga Kabupaten Kudus menerapkan protokol kesehatan sudah baik.

    Indikator yang bisa dilihat diantaranya warga yang beraktivitas di luar rumah selalu memakai masker. Fasilitas tempat cuci tangan juga mudah dijumpai serta banyak kelompok masyarakat ikut peduli memberikan edukasi agar selalu bermasker dan menjaga jarak.

    Hartopo berharap masyarakat yang paham dengan protokol kesehatan untuk memberikan pemahaman kepada warga di sekitarnya yang dinilai belum begitu paham agar warga paham tentang pencegahan penyebaran Covid-19.

    Bupati Kudus menambahkan informasi adanya varian baru Covid-19 di Kudus baru sekedar penyampaian dan belum mendapatkan surat resmi. Sehingga nama-nama pasien Covid-19 yang diambil sampel genome-nya juga belum mengetahui. Dari 34 sampel genome pasien Covid-19, 28 sampel diantaranya dinyatakan terpapar virus varian baru dari India atau Delta.

    Lebih lanjut, dari hasil rapat koordinasi antara Kementerian Kesehatan bersama Pangdam IV Diponegoro, Gubernur Jawa Tengah dan pemangku kepentingan di Pemkab Kudus, semua pihak diminta memperketat pengawasan terhadap penerapan prokes di masyarakat.

    "Pemkab Kudus diminta mempersiapkan fasilitas kesehatan dan layanan kesehatan, termasuk tempat isolasi terpusat juga disiapkan," kata Bupati Kudus Hartopo ihwal varian baru Covid-19 dan upaya menekan kasus Covid-19.

    Baca juga: Satgas Jelaskan Varian Baru Covid-19 dan Lonjakan Kasus Tak Berkaitan Langsung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.