PDIP Sebut Megawati Akan Baca Kehendak Rakyat soal Capres 2024

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  Megawati Soekarnoputri (kiri) berbincang dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di sela penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Jakarta, Minggu, 12 Januari 2020. PDIP menargetkan memenangkan di 60 persen wilayah yang menggelar Pilkada serentak pada 2020. ANTARA

    Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri (kiri) berbincang dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di sela penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Jakarta, Minggu, 12 Januari 2020. PDIP menargetkan memenangkan di 60 persen wilayah yang menggelar Pilkada serentak pada 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri, menyiapkan sosok-sosok pemimpin nasional di masa mendatang. Dia mengatakan Megawati akan membaca keinginan rakyat dan berdoa untuk menetapkan siapa yang bakal diusung oleh partai banteng di Pilpres 2024.

    Bagi PDI Perjuangan, kata Hasto, menjadi presiden dan wakil presiden akan ditentukan oleh rakyat. "Sehingga kehendak rakyat itulah yang akan dibaca oleh Bu Megawati yang punya hak prerogatif (menentukan calon dari PDIP)," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Jumat, 11 Juni 2021.

    Menurut Hasto, Megawati adalah pemimpin strategik yang memikirkan masa depan bangsa dengan menyiapkan sosok-sosok pemimpin nasional untuk masa mendatang. Ia menyebut Megawati akan mengumumkan sosok Capres 2024 itu pada saat yang tepat.

    "Ini pun di dalam memohon terang dari Tuhan yang Maha Kuasa agar memberikan suatu inspirasi terhadap pemimpin ke depan guna membawa kejayaan bangsa ini," kata Hasto.

    Menanggapi berbagai hasil survei, Hasto mengatakan, PDIP menilai sigi adalah instrumen. Ia menyebut hasil survei harus bisa dipastikan tanpa rekayasa opini.

    "Tadi kan Ibu Mega mengatakan supremasi opini itu sering kali mengalahkan fakta," kata Hasto, merujuk orasi ilmiah Megawati dalam pengukuhan gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Pertahanan.

    Dia melanjutkan, seorang pemimpin memang harus memiliki kemampuan komunikasi politik yang baik. Namun di luar itu, ujarnya, pemimpin juga mempunyai tanggung jawab, kekokohan dalam prinsip, dan kemampuan teknokratik.

    Hasto menyambung, yang jelas PDIP akan mencari sosok pemimpin yang memiliki watak pembebasan dan keberpihakan kepada wong cilik. Ia lantas mencontohkan sikap Megawati mencalonkan Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014 lalu sebagai calon pemimpin yang lahir dari bawah, dari menjabat wali kota, gubernur, hingga presiden. "Karakter kepemimpinan dari bawah inilah yang terus didorong, pemimpin yang memahami hati dan kehendak dari rakyat, itu sebagai fungsi yang dijalankan partai politik seperti PDI Perjuangan," kata Hasto.

    Baca juga: Ucapkan Selamat Kepada Megawati, Jokowi: Sosok yang Perjuangkan Wong Cilik 

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.