5 Poin Temuan Indonesialeaks Soal Dugaan Akal Busuk TWK

Reporter

Editor

Tempo.co

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 Juni 2021. Rapat tersebut membahas RKA K/L dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022 dan membahas mengenai polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai KPK. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Konsorsium jaringan media Indonesialeaks menemukan beberapa dugaan kejanggalan tes wawasan kebangsaan atau TWK. Liputan soal dugaan akal busuk TWK ini terbit di jaringan media Indonesialeaks yaitu Tempo.co, Koran Tempo, Majalah Tempo, Jaring.id, Tirto.id, Suara.com, KBR, Independent.id, dan The Gecko Project.

TWK merupakan syarat alih status pegawai KPK menjadi ASN. Peralihan ini bagian dari Undang-undang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK) yang baru. Tes yang seharusnya menonjolkan soal kebangsaan malah berbau anyir. 

Sejumlah peserta tes mengatakan banyak pertanyaan yang tak relevan dengan kebangsaan atau pemberantasan korupsi. Misalnya, ada peserta tes yang ditanya soal pernikahan atau pacaran. 

Berikut kejanggalan dalam pelaksanaan tes yang ditemukan tim Indonesialeaks:

1. Firli Bahuri Diduga Memaksakan Harus Ada TWK

Sumber Indonesialeaks menyebut dugaan Firli memaksakan tes ini terjadi dalam rapat pimpinan pada 5 Januari 2021. Kala itu, pejabat struktural KPK sebenarnya sudah menyelesaikan rancangan peraturan komisi atau perkom soal alih status pegawai menjadi ASN. Tak ada usulan TWK dalam rancangan perkom ini.

Sumber ini mengatakan Firli diduga ngotot memasukkan tes kebangsaan ke dalam Perkom. “Kalian lupa. Di sini dulu banyak Taliban,” kata sumber tersebut menirukan ucapan yang diduga dilontarkan oleh Firli. Taliban merupakan tudingan para pendengung atau buzzer kepada pegawai KPK yang dianggap fanatik dalam beragama. Tudingan yang dibantah oleh banyak mantan pimpinan KPK.

Ketentuan mengenai TWK baru benar-benar masuk dalam draf Perkom tanggal 25 Januari 2021 pukul 19.00 WIB. Menurut sumber ini, draf TWK mesti selesai malam itu juga karena harus dikirim ke Kementerian Hukum dan HAM keesokan harinya. Sumber ini tidak mengetahui alasan kenapa draf itu mesti dikirim terburu-buru. Menurut sejumlah sumber, draf itu kemudian dikirim sendiri oleh Firli ke Kemenkumham untuk disahkan. Biasanya, rapat itu juga cukup dihadiri oleh Sekjen KPK, Biro Hukum dan Biro SDM yang mewakili KPK.

Soal dugaan penyelundupan pasal ini, tim Indonesialeaks melakukan sejumlah upaya untuk mengkonfirmasi, termasuk mengejar Firli seusai melakukan Rapat Dengar Pendapat di DPR Kamis, 3 Mei 2021. Firli membantah berupaya menyingkirkan sejumlah pegawai lewat TWK. “Orang lulus tidak lulus karena dia sendiri,” kata dia.

Upaya konfirmasi juga dilakukan melalui pengiriman surat ke kantornya dan melalui pesan ke akun WhatsApp-nya. Firli sempat menjawab pertanyaan ihwal penyelundupan Pasal 5 Ayat 4, namun dihapus. Dalam pesan itu, Firli Bahuri menyatakan bahwa proses pembahasan peraturan komisi dibahas oleh seluruh pimpinan KPK bersama Sekretariat Jenderal dan beberapa Deputi di lembaga antirasuah.

2. Beberapa Pegawai KPK Diduga Sudah Diincar agar Tak Lulus

Kepala Satuan Tugas Penyelidikan nonaktif Harun Al Rasyid sudah tahu dari jauh hari tak akan lulus dalam tes wawasan kebangsaan. Dia mengatakan mendapatkan bocoran tersebut dari Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. Ghufron diduga menerima daftar itu dari Ketua KPK, Firli Bahuri. “Kamu sudah ditandai,” kata Harun menceritakan ulang pertemuannya dengan Ghufron kepada tim Indonesialeaks, Kamis, 27 Mei 2021.

Dalam pertemuannya dengan Ghufron itu, Harun tak sendirian. Pegawai KPK dari bagian Pengaduan Masyarakat Farid Andhika juga ikut. Pertemuan ini digelar di musala kantor KPK yang berada di gedung penunjang. Farid mengingat pertemuan itu terjadi pada sekitar November 2020. “Saya saksi hidupnya,” kata dia pada 28 Mei 2021. Ghufron belum merespon saat dicoba untuk dikonfirmasi.

Farid mengasosiasikan jumlah pegawai yang dibidik dengan nama perusahaan jaringan bioskop di Indonesia. Jadi dia ingat betul, bahwa jumlah pegawai yang diincar ada 21 orang. “Saya saksi hidupnya,” kata dia pada Jumat, 28 Mei 2021.

Firli Bahuri membantah membuat daftar 21 pegawai yang patut diwaspadai. Dia mengatakan tak punya kepentingan untuk membuat daftar pegawai untuk disingkirkan. “Apa kepentingan saya membuat list orang,” kata dia, di DPR Kamis, 3 Juni 2021. 






Lili Pintauli Siregar Disebut Sempat Ingin Suap Dewas KPK

8 jam lalu

Lili Pintauli Siregar Disebut Sempat Ingin Suap Dewas KPK

Lili Pintauli Siregar dibantu petinggi Pertamina menyiapkan uang sebesar Rp 3 miliar untuk menyuap Dewas KPK.


Dewas KPK Tak Mau Ikuti Skenario Lili Pintauli Siregar

9 jam lalu

Dewas KPK Tak Mau Ikuti Skenario Lili Pintauli Siregar

Skenario yang disiapkan Lili Pintauli Siregar sudah diketahui Dewas KPK.


ICW Minta Dewas KPK Tetap Lanjutkan Sidang Etik Lili Pintauli

10 jam lalu

ICW Minta Dewas KPK Tetap Lanjutkan Sidang Etik Lili Pintauli

ICW berpendapat sidang masih bisa berlanjut kendati muncul kabar Lili Pintauli ingin mengundurkan diri.


Manipulasi Bukti Pelesiran Wakil Ketua KPK Lili Pintauli

13 jam lalu

Manipulasi Bukti Pelesiran Wakil Ketua KPK Lili Pintauli

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar diduga berupaya berkelit dari perkara sangkaan gratifikasi tiket MotoGP Mandalika.


Lili Pintauli Siregar Disebut Sempat Buat Skenario Untuk Selamatkan Diri dari Kasus Tiket MotoGP Mandalika

1 hari lalu

Lili Pintauli Siregar Disebut Sempat Buat Skenario Untuk Selamatkan Diri dari Kasus Tiket MotoGP Mandalika

Lili Pintauli Siregar membuat skenario agar seolah-olah membeli tiket MotoGP Mandalika dari PT Pertamina.


KPK Dukung Proses Penegakan Etik terhadap Lili Pintauli

1 hari lalu

KPK Dukung Proses Penegakan Etik terhadap Lili Pintauli

Ali mengatakan Lili Pintauli Siregar masih berkonsentrasi menjalankan tugasnya sebagai pimpinan KPK.


Soal Kabar Pengunduran Diri Lili Pintauli Siregar, KPK: Masih Bertugas Seperti Biasa

1 hari lalu

Soal Kabar Pengunduran Diri Lili Pintauli Siregar, KPK: Masih Bertugas Seperti Biasa

KPK menyatakan belum bisa mengonfirmasi kabar soal pengunduran diri Lili Pintauli Siregar.


Dewas KPK Gelar Sidang Lili Pintauli Siregar 5 Juli 2022

1 hari lalu

Dewas KPK Gelar Sidang Lili Pintauli Siregar 5 Juli 2022

Dewas KPK memastikan sidang etik terhadap Lili Pintauli Siregar digelar 5 Juli mendatang.


Lili Pintauli Hengkang Sebelum Disidang KPK

1 hari lalu

Lili Pintauli Hengkang Sebelum Disidang KPK

Lili Pintauli Siregar dikabarkan mengundurkan diri sebagai pemimpin KPK. Ia disebut-sebut telah menyodorkan surat pengunduran diri kepada Ketua KPK


Sultan Hamengku Buwono X Tegaskan Tak Akan Bantu ASN Yang Terlibat Korupsi

2 hari lalu

Sultan Hamengku Buwono X Tegaskan Tak Akan Bantu ASN Yang Terlibat Korupsi

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan tidak akan memberikan bantuan dalam bentuk apapun pada ASN yang terbukti melakukan korupsi.