Polemik Vaksin Nusantara, IDI Ingatkan DPR Tidak Ambil Alih Kinerja BPOM

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua IDI, Daeng M. Faqih saat diberikan vaksin Sinovac di Istana Negara, Jakarta, 13 Januari 2021. Foto/youtube.com

    Ketua IDI, Daeng M. Faqih saat diberikan vaksin Sinovac di Istana Negara, Jakarta, 13 Januari 2021. Foto/youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih mengingatkan anggota DPR agar tidak mengambil alih kinerja Badan Pengawas Obat dan Makanan terkait polemik vaksin Nusantara.

    "Betul DPR kerja dalam rangka pengawasan kelembagaan, memang kerjaannya awasi pemerintah dan lembaga di dalamnya. Tapi yang harus diawasi kinerjanya. Jangan sampai seolah-olah DPR megambil alih kinerja. Itu harus dijaga," kata Daeng dalam diskusi Polemik Trijaya, Sabtu, 17 April 2021.

    Jika DPR sampai mengambil alih kinerja BPOM, Daeng mengaku khawatir lembaga profesional ke depannya akan rentan dimasuki unsur politis. "Saya sangat khawatir karena pekerjaan profesional harus dijaga karena prosedur keilmuan yang dikerjakan," katanya.

    Menurut Daeng, kinerja BPOM terkait pengawasan dan penilaian terhadap vaksin Covid-19 yang ada di Indonesia sudah sesuai jalur. BPOM, kata dia, juga tidak melakukan diskriminasi terhadap pengembangan vaksin yang ada karena penilaiannya menggunakan standar internasional.

    "Saya sebagai orang luar kalau itu pengawasan yang disampaikan tentang good manufacturing pratice, good clinical practice, keamanan itu saya melihat sama saja diterapkan ke yang lain," kata Daeng.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H