Isu Reshuffle, Para Syndicate: Nadiem Lebih Cocok Jadi Menkop dan UKM

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Dari kiri) Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin, pengamat politik Ari Nurcahyo, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno, peneliti LIPI Syamsuddin Haris, dan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johny G. Plate dalam diskusi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 19 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    (Dari kiri) Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin, pengamat politik Ari Nurcahyo, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno, peneliti LIPI Syamsuddin Haris, dan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johny G. Plate dalam diskusi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 19 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo memprediksi peleburan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) serta pembentukan Kementerian Investasi, akan diikuti dengan reshuffle kabinet. Sejumlah menteri ditengarai akan digeser, salah satu yang diprediksi adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim.

    Ari menilai, Nadiem akan tetap dipertahankan di Kabinet Indonesia Maju. Sebab, jika melihat histori, Nadiem bukan dari partai atau ormas alias murni pilihan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Posisi Nadiem dinilai cukup kuat untuk tetap dipertahankan. Namun, Ari menilai Nadiem belum cukup mumpuni jika harus menjalankan beban kerja yang bertambah pasca penggabungan dua kementerian.

    "Bisa saja beliau di rotasi. Dengan latar belakang beliau di Gojek, cocok menjadi Menteri UKM. Dia bisa mengembangkan digitalisasi UMKM, menaikkan kelas UMKM seperti keinginan Presiden Jokowi," ujar Ari dalam diskusi daring, Jumat, 16 April 2021.

    Sementara Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, yang saat ini menjabat, diprediksi bisa digeser ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. "Cocok dengan latar belakang beliau dari LSM juga," ujarnya.

    Jika melihat akomodasi dari perspektif ormas, Ari memprediksi pos Kemendikbud-Ristek akan diisi tokoh dari Muhammadiyah. "Pos Menteri Agama kan sudah diisi NU, maka Kemendikbud bisa saja diisi Muhammadiyah. Tapi semua tentu tergantung presiden," ujarnya.

    Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyebut belum ada komunikasi dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ihwal kabinet. "Sampai saat ini belum ada komunikasi dengan PP. Muhammadiyah. Kami wait and see saja," ujarnya lewat pesan singkat, Jumat, 16 April 2021.

    Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas menyebut
    organisasinya menghormati hak prerogatif presiden. Namun jika diminta, ujar Anwar, banyak kader Muhammadiyah yang dinilai mumpuni untuk mengisi pos tersebut. "Kalau yang namanya kader di Muhammadiyah itu banyak sekali Profesor dan Doktor dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan,   yang sudah terinventarisir sudah mendekati 500 orang," ujarnya.

    Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut Presiden Jokowi akan melantik dua menteri barunya pada pekan ini atau paling lama pekan depan.

    "Kalau bukan pekan ini, pekan depan. Karakter kepemimpinan Pak Jokowi itu tidak suka menunda-nunda, tidak suka memperlambat, selalu mengambil keputusan cepat dan tepat," ujar Ngabalin saat dihubungi Tempo pada Rabu, 14 April 2021.

    Ia belum bisa memastikan apakah peleburan dan pembentukan kementerian baru ini akan diikuti reshuffle kabinet. "Bahwa momentum ini akan diikuti geser sana sini, itu belum tahu, karena menjadi hak prerogatif presiden Jokowi," ujar Ngabalin.

    DEWI NURITA

    Baca: Isu Inisial M Bakal Kena Reshuffle, Johnny G. Plate: Jangan Berspekulasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H