AHY: Kami Ingin Demokrat Kembali ke Papan Atas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berdiskusi dengan awak redaksi Tempo di kantor Tempo, Palmerah, Jakarta, Kamis, 15 April 2021. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berdiskusi dengan awak redaksi Tempo di kantor Tempo, Palmerah, Jakarta, Kamis, 15 April 2021. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ingin mengembalikan masa kejayaan partai berlambang mercy ini.

    "Kami tentu ingin kembali masuk ke papan atas lah, lebih terhormat lagi posisi peringkat partai politik secara nasional," kata Agus saat berkunjung ke kantor Tempo pada Kamis, 15 April 2021.

    Ia menargetkan Demokrat memiliki lebih banyak anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Ia ingin Demokrat memiliki lebih banyak kekuatan dalam pengambilan kebijakan di parlemen.

    Agus menyampaikan, ia bukannya tak mensyukuri 54 kursi DPR yang dimiliki Demokrat saat ini. Namun kata dia, dengan jumlah ini Demokrat selalu sangat mudah dikalahkan dalam penentuan kebijakan atau undang-undang.

    "Suara kami kurang, bukan kurang lantang tapi simply kurang banyak. Lantangnya sih udah," ujar Agus.

    Saat ditanya soal peluang maju dalam Pilpres 2024, Agus mengatakan belum terlalu memikirkan hal ini. Ia mengatakan masih mengukur diri dan tak terburu-buru soal karier politiknya. "Saya tahu diri, saya ini orang yang enggak kemrungsung (terburu-buru, gelisah), enggak ambisius," ucap Agus.

    Politikus berusia 42 tahun ini mengaku lebih rasional dalam menetapkan targetnya. Menurut AHY, dia lebih baik fokus dengan tugas yang ada saat ini sebagai Ketua Umum Demokrat sembari terus mengasah diri.

    Baca juga: Soal Capres 2024, AHY: Saya Tahu Diri, Saya Enggak Kemrungsung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.