Kemendikbud: Rumah Mantan Menlu Pertama RI Dalam Proses Penetapan Cagar Budaya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi bangunan milik ahli waris Menteri Luar Negeri pertama, Achmad Soebardjo di Jalan Cikini Raya Nomor 82, Jakarta Pusat, Rabu, 14 April 2021. TEMPO/Lani Diana

    Kondisi bangunan milik ahli waris Menteri Luar Negeri pertama, Achmad Soebardjo di Jalan Cikini Raya Nomor 82, Jakarta Pusat, Rabu, 14 April 2021. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Fitra Arda mengatakan rumah mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Achmad Soebardjo saat ini dalam proses penetapan sebagai cagar budaya.

    “Saat ini rumah tersebut belum ditetapkan sebagai cagar budaya dan belum didaftarkan dalam sistem registrasi nasional. Tetapi, masuk dalam daftar objek yang diduga sebagai cagar budaya oleh Pemprov DKI Jakarta,” ujar Fitra, Kamis 15 April 2021.

    Saat ini, rumah tersebut dalam proses kajian tim ahli cagar budaya DKI Jakarta dan sedang ditelusuri kepemilikan bangunan tersebut. Jika rumah tersebut dijadikan cagar budaya, bentuk rumah tersebut tidak bisa diubah, namun bisa dialihkan kepemilikannya.

    “Langkah awal memang penetapan sebagai cagar budaya dulu dan itu kewenangan daerah atau Pemrov DKI Jakarta. Kita sedang koordinasikan hal itu dengan Pemprov DKI Jakarta,” tambah dia.

    Sebelumnya rumah milik keluarga Menlu pertama Achmad Soebardjo itu viral di media sosial. Rumah yang pernah menjadi kantor Kementerian Luar Negeri pada awal kemerdekaan itu dipasarkan melalui akun @kristohouse dan ditawarkan dengan harga Rp200 miliar. Rumah yang terletak di kawasan Cikini, Jakarta Pusat tersebut memiliki luas tanah 2.951 meter persegi dan luas bangunan 1.796 meter persegi.

    Baca: Begini Kondisi Bangunan Kuno Milik Menlu Pertama yang Dijual Rp 200 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.