Soal Reshuffle Kabinet, PKS: Presiden Jangan Asal Akomodasi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyampaikan pidato politik saat Musyawarah Nasional (Munas) V PKS di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Ahad, 29 November 2020. Agenda Munas V PKS membahas arah kebijakan partai lima tahun ke depan dan ikrar pengurus DPP PKS 2020-2025. ANTARA/M Agung Rajasa

    Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyampaikan pidato politik saat Musyawarah Nasional (Munas) V PKS di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Ahad, 29 November 2020. Agenda Munas V PKS membahas arah kebijakan partai lima tahun ke depan dan ikrar pengurus DPP PKS 2020-2025. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Ahmad Syaikhu meminta reshuffle kabinet atas dampak pembentukan Kementerian Investasi bukan sekedar akomodasi politik.

    "Tetapi betul-betul pada esensinya, yaitu bagaimana yang terpilih itu memang orang-orang yang mempunyai kredibilitas dan akseptabilitas, yang betul-betul memadai bukan asal-asal akomodasi saja," ujarnya di Kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu, 14 April 2021.

    Syaikhu juga menilai posisi menteri untuk kementerian yang baru juga tidak harus dari kalangan profesional. Sebab, kata dia, banyak anggota partai juga merupakan profesional. "Dan mereka juga banyak yang punya kemampuan, asal penempatannya sesuai dengan keahlian yang dimiliki," ucapnya.

    Isu perombakan kabinet mencuat seiring dengan peleburan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta dibentuknya Kementerian Investasi.

    Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Juri Ardiantoro mengatakan, belum tentu pasti kebijakan peleburan dan pembentukan kementerian baru diikuti dengan reshuffle. "Kebijakan peleburan dan pembentukan kementerian itu iya, tapi apakah itu akan diikuti dengan reshuffle, hanya presiden yang tahu," ujar Juri saat dihubungi Tempo, Rabu, 14 April 2021.

    Berbeda dengan Juri, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin justru memastikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju akan pada pekan ini atau paling lambat minggu depan. 

    Baca juga: PPP Minta Publik Tak Mendramatisir Isu Reshuffle Kabinet Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H