Kali Kedua Ramadan Saat Pandemi Covid-19, Menag Ingatkan Patuhi 5M

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Rukyatul Hilal Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalteng melakukan pemantauan Hilal (bulan) menggunakan teleskop terprogram di Gedung Hotel Aquarius, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin, 12 April 2021. Kementerian Agama melakukan pemantauan hilal di 86 titik dari 34 provinsi di Indonesia untuk menentukan 1 Ramadhan 1442 Hijriah. ANTARA/Makna Zaezar

    Tim Rukyatul Hilal Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalteng melakukan pemantauan Hilal (bulan) menggunakan teleskop terprogram di Gedung Hotel Aquarius, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin, 12 April 2021. Kementerian Agama melakukan pemantauan hilal di 86 titik dari 34 provinsi di Indonesia untuk menentukan 1 Ramadhan 1442 Hijriah. ANTARA/Makna Zaezar

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1442 Hijriah jatuh pada Senin, 13 April 2021. Ini adalah kali kedua umat muslim Indonesia memasuki bulan suci Ramadan di tengah pandemi. Oleh karena itu, Menteri Agama atau Menag Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan seluruh masyarakat agar tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan selama Ramadan.

    "Ramadan tahun ini masih dalam situasi pandemi. Segala bentuk aktivitas ibadah selama Ramadan harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas)," ujar Yaqut dalam konferensi pers daring, Senin, 12 April 2021.

    Ia menuturkan, kedisiplinan adalah bentuk pengendalian nafsu sebagaimana yang diajarkan oleh spirit Ramadan. "Kedisiplinan dalam penerapan prokes juga menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga kesehatan diri, keluarga, dan juga masyarakat," ujar dia.

    Sebelumnya, Yaqut telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 4 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442H/2021M. Panduan ini tidak berlaku bagi mereka yang berada di zona oranye dan zona merah.

    "Bagi mereka yang berada di zona itu, harap beribadah di rumah saja. Sedangkan bagi mereka yang berada di zona kuning dan zona hijau silakan melaksanakan ibadah tarawih di masjid atau musala tapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan," tuturnya.

    Selain mengingatkan soal protokol kesehatan, Menag Yaqut Cholil Qoumas juga mengajak umat untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum pendidikan jiwa. Agar menjadi umat beragama yang memiliki tepo seliro atas berbagai perbedaan dan memuliakan sesama untuk Indonesia yang lebih baik.

    Baca juga: Jangan Ragu Tes Covid-19 Saat Ramadan, Tak Batalkan Puasa



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H