Ada Embargo Vaksin Covid-19, Kemenkes Fokus Vaksinasi untuk Lansia dan Guru

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tenaga pendidik melakukan verifikasi data diri sebelum disuntik vaksin COVID 19 di SMP 216, Jakarta Pusat, Selasa, 6 April 2021. Pemerintah akan mengatur kembali pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat karena terbatasnya pasokan vaksin saat ini. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pemerintah akan memprioritaskan kelompok lanjut usia (lansia) dan juga tenaga pengajar dalam vaksinasi kali ini. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Sejumlah tenaga pendidik melakukan verifikasi data diri sebelum disuntik vaksin COVID 19 di SMP 216, Jakarta Pusat, Selasa, 6 April 2021. Pemerintah akan mengatur kembali pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat karena terbatasnya pasokan vaksin saat ini. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pemerintah akan memprioritaskan kelompok lanjut usia (lansia) dan juga tenaga pengajar dalam vaksinasi kali ini. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi, memastikan program pemberian vaksin Covid-19 tetap berjalan bulan ini, meski suplai berkurang karena kebijakan embargo di beberapa negara.

    "Tetap jalan. Hanya kita fokus pada lansia dan guru atau tenaga pendidik," kata Nadia kepada Tempo, Kamis, 8 April 2021.

    Nadia mengungkapkan lansia dan guru diprioritaskan karena pemerintah hanya akan mendistribusikan 7 juta vaksin pada April. Karena terganggunya suplai vaksin, Nadia menyebut, laju vaksinasi Covid-19 yang rencananya akan ditingkatkan tidak bisa dilakukan.

    "Bulan April itu rencana peningkatan dosis sampai rata-rata 500 ribu dosis tidak bisa dilakukan," ujarnya.

    ADVERTISEMENT

    Banyak negara-negara Eropa dan beberapa negara di Asia, seperti India, Filipina, Papua Nugini, serta beberapa negara di di Amerika Selatan seperti Brasil, mengalami lonjakan ketiga dari kasus Covid-19. Akibatnya, negara-negara yang memproduksi vaksin Covid-19 di lokasi tersebut mengarahkan agar produksi vaksin tidak boleh diekspor (embargo) dan hanya boleh dipakai di negara masing-masing.

    Hal itu telah mempengaruhi ratusan negara di dunia termasuk Indonesia. Sehingga jumlah vaksin Covid-19 yang tadinya tersedia untuk Maret dan April, masing-masing 15 juta dosis atau total 30 juta dosis, hanya bisa dapat 20 juta dosis.

    Baca juga: DPR Apresiasi Menkes Budi Transparan soal Imbas Embargo Vaksin Covid-19

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.