Kasus Harian Covid-19 di Banten Melonjak Tajam, Satgas: Terlambat Input Data

Pengemudi ojek daring mengikuti proses skrining kesehatan sebelum mengikuti vaksinasi Covid-19 secara 'drive thru' di ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu, 13 Maret 2021. Kementerian Kesehatan bersama Grab dan Good Doctor meluncurkan Grab Vaccine Center dengan pendekatan 3-in-1. ANTARA/Fauzan

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengklarifikasi terjadinya lonjakan kasus harian Covid-19 di Banten, kemarin, Ahad, 4 April 2021. Wiku menyebut lonjakan kasus terjadi karena adanya keterlambatan data.

"Data penambahan kasus yang melonjak tersebut berasal dari Provinsi Banten karena terjadi penumpukan data yang tertunda dimasukkan ke sistem data di Kemenkes selama beberapa hari," kata Wiku saat dikonfirmasi Tempo, Senin, 5 April 2021.

Kemarin, data Satgas Covid-19 menunjukkan penambahan kasus harian Covid-19 di Banten menembus angka 3.501 kasus. Angka ini jauh di atas penambahan kasus di provinsi lain yang tak menembus angka seribu kasus. Bahkan DKI Jakarta saja yang umumnya menjadi daerah dengan penambahan kasus terbanyak, hanya mencatatkan penambahan sebesar 736 kasus.

Angka ini juga lebih tinggi dari penambahan di Banten sehari sebelumnya yang sebesar 910 kasus. Dari data Satgas yang didapat Tempo, sejak 31 Maret, lonjakan kasus memang terjadi di Banten. Tercatat dari 31 Maret hingga 3 April, kasus harian yang didata Satgas sebanyak 950, 905, 850, dan 910 kasus.

Angka ini melonjak jauh dari 30 Maret yang bertambah hanya sebesar 310 kasus per harinya. Meski begitu, Wiku membantah terjadi kenaikan kasus secara kumulatif di Banten. "Tidak ada kenaikan signifikan di sana," kata Wiku.

Wiku Adisasmito pun menegaskan bahwa penumpukan data di Banten yang tertunda ini sekarang sudah dapat diatasi. "Telah dilakukan verifikasi data yang diinput tersebut," kata Wiku.

Baca juga: Pemprov Banten Beberkan Manfaat Program Pemulihan Ekonomi Dampak Covid-19






Lockdown Ketat di Cina, Apindo: Agak Miris

3 jam lalu

Lockdown Ketat di Cina, Apindo: Agak Miris

Apindo khawatir lockdown dapat berpengaruh signifikan terhadap transaksi kerja sama dengan Cina yang nilainya diperkirakan mencapai US$ 135 miliar.


Jokowi Ingin Inflasi Ditangani seperti Covid-19, Tito: Setiap Minggu Dibahas dan Dievaluasi

3 jam lalu

Jokowi Ingin Inflasi Ditangani seperti Covid-19, Tito: Setiap Minggu Dibahas dan Dievaluasi

Jokowi mengklaim upaya pemerintah mengendalikan inflasi di Tanah Air sudah detail dan cukup berhasil.


Hadapi Ancaman Krisis Global, Gubernur BI: Hidup adalah Ketidakpastian

5 jam lalu

Hadapi Ancaman Krisis Global, Gubernur BI: Hidup adalah Ketidakpastian

BI membeberkan tiga langkah yang akan diambil Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pada masa mendatang.


Gugatan Class Action Keluarga Korban Gagal Ginjal Akut

1 hari lalu

Gugatan Class Action Keluarga Korban Gagal Ginjal Akut

Anak-anak yang terpapar gagal ginjal akut masih merasakan dampak dari obat sirop yang dikonsumsi. Gugatan class action keluarga korban dilayangkan.


Kemenkes Ungkap Tren Kematian Covid-19 Masih Naik, Vaksinasi Terus Digenjot

2 hari lalu

Kemenkes Ungkap Tren Kematian Covid-19 Masih Naik, Vaksinasi Terus Digenjot

Juru Bicara Kemenkes Muhammad Syahril mengungkapkan Indonesia masih berada di Level 1 transmisi Komunitas Covid-19.


Kemenkes Sebut Capaian Imunisasi Kejar di Luar Jawa-Bali Masih Rendah

2 hari lalu

Kemenkes Sebut Capaian Imunisasi Kejar di Luar Jawa-Bali Masih Rendah

Berdasarkan temuan, Provinsi di luar Jawa-Bali memiliki capaian imunisasi kejar yang lebih rendah dibandingkan dengan wilayah regional Jawa Bali.


Antisipasi Lonjakan Kasus XBB Jelang Liburan Natal, Kemenkes Ingatkan Warga Patuhi Prokes

2 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Kasus XBB Jelang Liburan Natal, Kemenkes Ingatkan Warga Patuhi Prokes

Pengendalian varian XBB dilakukan melalui disiplinnya protokol kesehatan dan juga dengan vaksinasi lengkap


Aliansi Untuk Mengakhiri AIDS pada Anak di Indonesia Resmi Dibentuk!

3 hari lalu

Aliansi Untuk Mengakhiri AIDS pada Anak di Indonesia Resmi Dibentuk!

Di Indonesia, hanya 25% dari anak-anak yang hidup dengan HIV menjalani pengobatan ARV yang menyelamatkan jiwa. UNAIDS Indonesia, Jaringan Indonesia Positif, Ikatan Perempuan Positif Indonesia, Lentera Anak Pelangi, dan Yayasan Pelita Ilmu menginisiasi aliansi baru untuk memperbaiki salah satu masalah yang paling mencolok dalam respon penanggulangan AIDS.


Kemenkes Geser Prioritas Kerja dari Penanganan Covid-19 ke Peningkatan Layanan Kesehatan

3 hari lalu

Kemenkes Geser Prioritas Kerja dari Penanganan Covid-19 ke Peningkatan Layanan Kesehatan

Salah satu fous itu adalah Kemenkes akan melakukan restrukturisasi rumah sakit di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk meningkatkan layanan kesehatan.


PBSI Gelar Kejurnas Bulu Tangkis Usai Absen 2 Tahun, Ada Total Hadiah Rp 1,1 Miliar

4 hari lalu

PBSI Gelar Kejurnas Bulu Tangkis Usai Absen 2 Tahun, Ada Total Hadiah Rp 1,1 Miliar

PBSI menyatakan Kejurnas bulu tangkis untuk menjaring bakat-bakat baru yang akan mengisi Pelatnas Cipayung.