Menkumham Tolak KLB Demokrat, Penggagas: Bukti Pak Moeldoko Tak Intervensi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengurus Demokrat kubu Moeldoko atau versi KLB melakukan jumpa media di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Kamis, 25 Maret 2021. Lokasi itu ditunjuk dengan alasan untuk mengingatkan rakyat akan proyek mangkrak yang dibangun di zaman pemerintahan Presiden SBY.  TEMPO/M.A MURTADHO

    Para pengurus Demokrat kubu Moeldoko atau versi KLB melakukan jumpa media di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Kamis, 25 Maret 2021. Lokasi itu ditunjuk dengan alasan untuk mengingatkan rakyat akan proyek mangkrak yang dibangun di zaman pemerintahan Presiden SBY. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia dan penggagas kongres luar biasa atau KLB Demokrat Deli Serdang meminta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) minta maaf kepada pemerintah.

    Juru bicara KLB Deli Serdang, Muhammad Rahmad, mengatakan keputusan Kementerian Hukum dan HAM menolak mengesahkan mereka merupakan bukti pemerintah tak bisa diintervensi.

    Keputusan tersebut, kata Rahmad, juga membuktikan bahwa Moeldoko telah difitnah oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. "Selama ini banyak tudingan pemerintah berada di belakang Moeldoko," kata Rahmad, Jumat, 2 April 2021.

    Ia pun mengajak semua pihak  menggunakan cara politik yang cerdas, bersih, dan santun. Rahmad juga mendorong SBY dan AHY agar meminta maaf pada Presiden Joko Widodo dan Moeldoko atas tuduhannya selama ini.

    "Sebagai hamba yang beriman, dan menjelang puasa Ramadan, mudah-mudahan SBY dan AHY menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Presiden Jokowi, Pemerintah dan kepada Bapak Moeldoko, karena telah menuduh macam-macam," kata Rahmad, juru bicara KLB Demokrat.

    Baca: Ini Salah Satu Alasan Razman Mundur dari Demokrat Kubu Moeldoko


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.