Hasil KLB Ditolak, Demokrat Kubu Moeldoko Akan Tempuh Jalur Peradilan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Moeldoko (tengah) tiba di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat, 5 Maret 2021. Kepala Staf Presiden Moeldoko tiba di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Hotel The Hill Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara. ANTARA/Endi Ahmad

    Moeldoko (tengah) tiba di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat, 5 Maret 2021. Kepala Staf Presiden Moeldoko tiba di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Hotel The Hill Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara. ANTARA/Endi Ahmad

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa atau KLB Demokrat, Muhammad Rahmad, menyatakan menghormati keputusan Kementerian Hukum dan HAM yang menolak hasil kongres. Meski begitu, ia mengatakan, selanjutnya pihaknya akan menempuh jalur peradilan.

    "Mekanisme hukum akan kami tempuh untuk mendapatkan keadilan sekaligus mengembalikan marwah Partai Demokrat sebagai partai modern, terbuka dan demokratis, menjadi rumah besar bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Rahmad dalam keterangan tertulis, Jumat, 2 April 2021.

    Rahmad menegaskan keputusan ini sekaligus membantah tudingan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menuding pemerintah mengintervensi partai tersebut.

    "Ini juga membuktikan kepada semua pihak bahwa Bapak Moeldoko taat hukum. Tidak pernah menyalahgunakan jabatan sebagaimana yang dituduhkan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Rahmad.

    Ia mengajak seluruh kader Demokrat kubu Moeldoko untuk tetap tenang, solid, bersatu, dan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. Ia menegaskan bahwa Demokrat versi KLB bersungguh-sungguh dengan ikhlas mengembalikan partai menjadi terbuka, demokratis, bersih, cerdas, dan santun.

    31 Maret 2021, Kementerian Hukum dan HAM resmi menolak hasil KLB Partai Demokrat yang diselenggarakan di Deli Serdang. KLB Demokrat yang memutuskan memilih Moeldoko sebagai ketua umum itu dinilai tak lengkap berkasnya.

    Baca juga: Mundur dari Demokrat Kubu Moeldoko, Razman Sebut Tak Cocok Dengan Nazaruddin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.