Kekerasan Terhadap Wartawan, Maret 2021 Sudah 3 Kasus, AJI: Terbanyak Tahun 2020

Reporter

Kelompok Jurnalis melakukan aksi damai di Taman Aspirasi, Jakarta, Kamis, 26 September 2019. Aksi tersebut dilakukan terkait kasus kekerasan terhadap Jurnalis saat melakukan peliputan demonstrasi pada 24 September lalu di depan Gedung DPR RI dan di sejumlah daerah lainnya. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Kekerasan terhadap wartawan atau jurnalis masih saja terus terjadi. 27 Maret 2021, penyekapan danpenganioayaan kembali terjadi kepada jurnalis Majalah Tempo, Nurhadi di Surabaya. Kekerasan tersebut diterima Nurhadi ketika sedang menjalankan penigasan dari redaksi Majalah Tempo.

Kejadian kekerasan terhadap jurnalis dalam bemtuk penganiayaan dan penyekapan ini terjadi pada Sabtu malam ketika ia ingin meminta konfirmasi kepada Angin Prayitno Aji, mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Hal ini sebelumnya sudah diungkapkan KPK atau Komisi Pemberantas Korupsi, bahwa Angin menjadi tersangka kasus korupsi.

Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Wahyu Dhyatmika mengatakan kejadian ini bermula ketika pengawal Angin menuduh Nurhadi masuk ke acara pernikahan anak Angin tanpa izin. Tempat kejadian itu terjadi di di Gedung Graha Samudra Bumimoro (GSB), kompleks Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan laut (Kodiklatal) Surabaya.

"Nurhadi juga ditampar, dipiting, dipukul di beberapa bagian tubuhnya. Untuk memastikan Nurhadi tidak melaporkan hasil reportasenya, dia juga ditahan selama dua jam di sebuah hotel di Surabaya," kata Wahyu.

Baca: Dewan Pers Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis Tempo di Surabaya

Melansir dari kanal advokasi AJI atau Aliansi Jurnalis Independen, advokasi.aji.or.id, hingga Maret 2021 kejadian kekerasan terhadap jurnalis sudah terjadi 2 kali. Pada 11 Maret lalu Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Moh. Yasin Payapo melarang 3 jurnalis melakukan peliputan di kantornya.

dalam keterangannya Bupati SBB itu melarang jurnalis, Yasmin Balli (Malukunews.com), Yionli (Terasmaluku.com) serta Moses Rutumalesi (nusaelaknews.com). tidak hanya itu ia juga mengatakan bahwa aktivitas jurnalis tidak diperbolehkan dilakukan di daerah kantor Bupati.

Dua hari setelah kejadian tersebut wartawan Liputan6.com, Akbar Fua yang bertugas di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mengalami doxing. Hal ini ia dapatkan setelah menulis berita yang berjudul Mencari Keadilan Ratusan Orang Duduki Polres Konawe Sambil Pamer Parang.

Berdasarkan data advokasi AJI, sejak 2006 kasus kekerasan terhadap wartawan sudah terjadi 848 kali. Sedangkan untuk persentase terbanyak terjadi pada 2020.

Sedangkan untuk kekerasan fisik terjadi sebanyak 258 kasus, pengusiran atau pelarangan liputan 92 kasus, 77 ancaman terror, 58 perusakan alat atau data hasil peliputan, dan 41 ancaman kekerasan.

Sedangkan untuk pelaku kekerasan terhadap wartawan, pelaku terbanyak dari massa dan polisi yakni sebanyak 60 kali, tidak dikenal atau tidak memiliki identitas yang jelas 36 kali, dan orang tidak dikenal 17. Sedangkan untuk kota terbanyak adalah Jakarta dengan 60 kasus.

GERIN RIO PRANATA






Identik dengan Perpeloncoan dan Kekerasan, Berikut Sejarah Ospek

1 hari lalu

Identik dengan Perpeloncoan dan Kekerasan, Berikut Sejarah Ospek

Ospek atau orientasi studi dan pengenalan lingkungan kampus sudah ada sejak lama. Berikut sejarah ospek dari masa ke masa hingga masuk ke Indonesia.


Sektor Bisnis Terancam karena Angka Kekerasan di Mexico Tinggi

2 hari lalu

Sektor Bisnis Terancam karena Angka Kekerasan di Mexico Tinggi

Kekerasan terbaru terjadi di negara bagian Guanajuato dan Jalisco pada Selasa malam. Anggota kartel kejahatan bentrok dengan personel milter.


Petugas PPSU Penganiaya Pacar Jadi Tersangka dan Ditahan, Keluarga Korban Sempat Ngamuk

4 hari lalu

Petugas PPSU Penganiaya Pacar Jadi Tersangka dan Ditahan, Keluarga Korban Sempat Ngamuk

Kapolsek Mampang Prapatan mengatakan korban kekerasan petugas PPSU itu akhirnya divisum sesuai arahan dari pihak keluarga.


Petugas PPSU Aniaya Pacar, Anies Baswedan: Diserahkan ke Polisi untuk Ditindak Secara Hukum

4 hari lalu

Petugas PPSU Aniaya Pacar, Anies Baswedan: Diserahkan ke Polisi untuk Ditindak Secara Hukum

Gubernur Anies Baswedan menyatakan petugas PPSU telah dipecat saat itu juga dan diserahkan ke polisi.


Lurah Rawa Barat Pecat Petugas PPSU yang Menganiaya Temannya Sesama PPSU

4 hari lalu

Lurah Rawa Barat Pecat Petugas PPSU yang Menganiaya Temannya Sesama PPSU

Lurah Rawa Barat memecat petugas PPSU yang melakukan kekerasan terhadap teman perempuan sesama petugas PPSU.


Cerita Lurah Bangka Soal PPSU Penganiaya Kekasih, Korban Masih Cinta

4 hari lalu

Cerita Lurah Bangka Soal PPSU Penganiaya Kekasih, Korban Masih Cinta

Lurah telah menyarankan Eti menjalani visum setelah menjadi korban penganiayaan kekasihnya sendiri, sesama anggota PPSU.


Wagub Riza Patria Telepon Lurah Minta Anggota PPSU Penganiaya Kekasih Dipecat

4 hari lalu

Wagub Riza Patria Telepon Lurah Minta Anggota PPSU Penganiaya Kekasih Dipecat

Imbas kasus penganiayaan PPSU yang viral itu, Wagub Riza juga meminta Lurah Rawa Barat Jakarta Selatan untuk mengevaluasi anggota PPSU lain.


Ferdy Sambo Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Ini Perjalanan Karier Eks Kadiv Propam

5 hari lalu

Ferdy Sambo Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Ini Perjalanan Karier Eks Kadiv Propam

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo tersangka pembunuhan Brigadir J. Tamat kariernya?


Viral Petugas PPSU Tendang dan Tabrak Perempuan, Kapolsek Mampang; Didamaikan Kelurahan

5 hari lalu

Viral Petugas PPSU Tendang dan Tabrak Perempuan, Kapolsek Mampang; Didamaikan Kelurahan

Kronologi peristiwa kekerasan yang dilakukan petugas PPSU itu terjadi pada Senin, 8 Agustus 2022 pada pukul 12.30.


Koalisi Pembela LPM Lintas Laporkan Rektor IAIN Ambon dan Dirjen Pendis ke Ombudsman Soal Maladministrasi

5 hari lalu

Koalisi Pembela LPM Lintas Laporkan Rektor IAIN Ambon dan Dirjen Pendis ke Ombudsman Soal Maladministrasi

Koalisi Pembela LPM Lintas menilai Rektor IAIN Ambon dan Dirjen Pendis lakukan maladministrasi sehingga dilaporkan ke Ombudsman. Apa tuntutan lainnya