Tak Hanya Bansos Covid-19, Ihsan Yunus Diduga Sering Garap Proyek di Kemensos

Reporter

Anggota DPR dari fraksi PDI Perjuangan, M. Rakyan Ihsan Yunus, memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 25 Februari 2021. M. Rakyan Ihsan Yunus diperiksa sebagai saksi kapasitasnya sebagai mantan wakil ketua Komisi VIII DPR RI untuk tersangka Pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial, Matheus Joko Santoso, dalam tindak pidana korupsi kasus menerima atau memberi suap sebesar Rp.14,5 miliar terkait Bantuan Sosial penanganan pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek di Kementerian Sosial Tahun 2020. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPR Fraksi PDIP Ihsan Yunus diduga sudah sering mengerjakan proyek di Kementerian Sosial, bahkan sebelum wabah Covid-19. Sumber yang mengetahui proses penyidikan kasus korupsi Bantuan Sosial Covid-19 ini menceritakan sebelum pandemi Ihsan diduga menggarap beberapa paket pekerjaan di Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam berupa pengadaan tenda dan makanan siap saji.

Pada awal-awal wabah Covid-19 masuk ke Indonesia, Menteri Sosial Juliari Batubara diduga sudah melibatkan Ihsan untuk mengerjakan paket pekerjaan pengadaan alat pelindung diri, hand sanitizer, masker, vitamin dan madu. Nilai kontraknya ditaksir lebih dari Rp 50 miliar. Selain itu, Ihsan diduga juga mengerjakan paket pekerjaan program sembako Kemensos Hadir yang nilai per paketnya sebesar Rp 200 ribu.

“Program sembako Kemensos Hadir ini adalah program sembako sebelum Bansos Covid-19 yang 12 tahap,” kata sumber tadi. Sumber ini menyebut Ihsan memang sering berkunjung ke Kemensos dan bertamu ke ruangan Juliari.

Dalam pengadaan Bansos Covid-19, Ihsan diduga kembali mendapatkan proyek pengadaan. Sumber tersebut menyebut Ihsan mengerjakan paket bansos melalui dua operatornya, salah satunya Agustri Yogasmara. Dalam 12 tahap penyaluran bansos, Ihsan diduga mendapatkan sedikitnya 35 paket pengerjaan dengan jumlah 4,5 juta dan nilai Rp 1,2 triliun.

Ketika diperiksa penyidik KPK, salah satu tersangka kasus bansos Covid-19, Matheus Joko Santoso menyebut ada tujuh vendor yang diduga terafiliasi dengan Ihsan, yaitu PT API, PT BPD, PT MHS, PT GTJ, PT IVA, PT P dan PT AGM.

Baca: Nama Ihsan Yunus Lenyap dari Dakwaan, Dewas Didesak Periksa Pimpinan KPK

Pesan konfirmasi Tempo yang dikirim Tempo melalui pesan WhatsApp ke Ihsan Yunus hanya berceklis satu. Sementara panggilan telepon tertuju pada mailbox. KPK telah menggeledah kediaman Ihsan Yunus, lalu memeriksanya pada 25 Februari 2021. Seusai pemeriksaan, Ihsan memilih irit bicara. "Intinya saya sudah menjelaskan semua kepada penyidik. Silakan tanyakan ke penyidik saja, ya," ujar Ihsan saat itu. Yogas seusai diperiksa KPK pada 10 Februari menyangkal dirinya menerima uang dalam perkara ini. “Enggak, enggak ada terima, wallahi,” kata dia.

Pengacara Juliari, Maqdir Ismail membantah bahwa kliennya sering melibatkan Ihsan Yunus dalam proyek-proyek pengadaan sebelum bansos Covid-19. “Sepanjang yang saya tahu tidak,” kata dia. Dia mengatakan Juliari belum lama menjadi menteri. Selain itu, kata dia, pengadaan bansos berada di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos.






Terpopuler Bisnis: Pengemudi Ojol Bakal Terima Bansos, Inflasi Pangan Terjaga

6 jam lalu

Terpopuler Bisnis: Pengemudi Ojol Bakal Terima Bansos, Inflasi Pangan Terjaga

Berita terpopuler ekonomi bisnis sepanjang Minggu, 25 September 2022 antara lain tentang bansos berupa BLT UMKM yang bakal diterima pengemudi ojol.


Ojol Bakal Terima BLT UMKM Rp 1,2 Juta Mulai Oktober, Apa Saja Syaratnya?

22 jam lalu

Ojol Bakal Terima BLT UMKM Rp 1,2 Juta Mulai Oktober, Apa Saja Syaratnya?

Selain pengemudi ojol, nelayan juga turut menjadi sasaran penerima bansos berupa BLT UMKM yang akan cair mulai bulan Oktober mendatang.


Wagub Pastikan BLT BBM dari Anggaran Pemprov Jawa Barat Hanya untuk Nelayan, Kenapa?

5 hari lalu

Wagub Pastikan BLT BBM dari Anggaran Pemprov Jawa Barat Hanya untuk Nelayan, Kenapa?

Wagub Jabar memastikan BLT dari anggaran provinsi untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM hanya akan diberikan pada nelayan. Ini sebabnya.


Ojol Sebut Bansos BBM dari Sri Mulyani Tak Kunjung Cair, Kemenkeu Beri Penjelasan

5 hari lalu

Ojol Sebut Bansos BBM dari Sri Mulyani Tak Kunjung Cair, Kemenkeu Beri Penjelasan

Kementerian Keuangan memberikan penjelasan ihwal bansos bagi para pengemudi ojol dalam menghadapi kenaikan harga BBM yang tak kunjung terealisasi.


Deretan Kritik BLT BBM: Tidak Merata hingga Seperti Obat Bius

7 hari lalu

Deretan Kritik BLT BBM: Tidak Merata hingga Seperti Obat Bius

Di samping manfaat yang dirasakan oleh berbagai pihak, ada pula banjir kritik yang diberikan oleh berbagai pengamat atau ekonom terhadap BLT BBM ini.


CekFakta #174 BBM Naik, Waspada Hoaks Soal Bansos

8 hari lalu

CekFakta #174 BBM Naik, Waspada Hoaks Soal Bansos

Isu harga BBM naik dan kebijakan bansos dari pemerintah memicu hoaks beranak secara luas.


Cara Cek Penerima BLT BBM Lewat cekbansos.kemensos.go.id Beserta Syaratnya

9 hari lalu

Cara Cek Penerima BLT BBM Lewat cekbansos.kemensos.go.id Beserta Syaratnya

Berikut cara cek penerima bansos BLT BBM 600 ribu rupiah beserta syaratnya melalui situs cekbansos.kemensos.go.id


Kemensos Bakal Bagikan BLT Khusus Yatim Piatu hingga Lansia pada Desember 2022

9 hari lalu

Kemensos Bakal Bagikan BLT Khusus Yatim Piatu hingga Lansia pada Desember 2022

Bantuan ini, kata Risma, dianggarkan setelah Kemensos mendapat dana tambahan sebesar Rp400 miliar dari Kementrian Keuangan.


Mensos Risma Klaim Sudah Salurkan BLT BBM ke 12,7 Juta Kepala Keluarga

9 hari lalu

Mensos Risma Klaim Sudah Salurkan BLT BBM ke 12,7 Juta Kepala Keluarga

Pemerintah bakal memberikan BLT BBM sebesar Rp600 ribu untuk enam bulan kepada 20,65 juta keluarga kurang mampu.


Sri Mulyani Bilang Driver Ojol Dapat Bansos, Asosiasi: Tak Ada Informasi

10 hari lalu

Sri Mulyani Bilang Driver Ojol Dapat Bansos, Asosiasi: Tak Ada Informasi

Pengemudi ojek online memprotes ketidakjelasan mengenai penyaluran subsidi atau bansos.