Nazaruddin Disebut Bagikan Duit di KLB Demokrat, Peserta: Dosakah?

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Narapidana proyek wisma atlet Hambalang, M Nazaruddin. ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

    Mantan Narapidana proyek wisma atlet Hambalang, M Nazaruddin. ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu pendiri Partai Demokrat, Hencky Luntungan, membantah adanya janji pemberian uang Rp 100 juta kepada peserta Kongres Luar Biasa atau KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara. Di sisi lain, ia mengakui adanya pembagian uang namun hanya untuk pengganti biaya transportasi peserta.

    Menurut dia, tudingan itu merupakan cerita yang dijadikan opini. Padahal, kata dia, tidak ada pemberian uang Rp 100 juta. "Hanya mengembalikan uang jalan, akomodasi," kata Hencky ketika dihubungi, Selasa, 9 Maret 2021.

    Hencky mengatakan pengembalian uang jalan itu dihitung berdasarkan jauh-dekatnya kota asal peserta kongres luar biasa. Menurut dia, angka Rp 5 juta sudah cukup jika peserta datang dari kota sekitar Deli Serdang.

    "Jadi enggak usahlah diputar-putar jadi Rp 100 juta. Enggak ada Rp 100 juta dari mana, duitnya dari mana," kata dia.

    Hencky menganggap enteng isu bahwa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin membagi-bagikan uang kepada peserta. Ia menilai Nazaruddin membagi-bagikan uang dengan ketulusan.

    "Dia memberikan dengan ketulusan supaya tidak terjadi ribut-ribut, salahkah itu? Dosakah itu?" ujar dia.

    Informasi ihwal janji uang Rp 100 juta itu sebelumnya disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan memutarkan video pengakuan Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kota Kotamobagu Gerald Piter Runtuthomas.

    Gerald mengatakan peserta KLB yang memutuskan menunjuk Moeldoko menjadi ketua umum sempat ribut sebab uang yang diterima peserta tidak sesuai yang dijanjikan. Gerald mengatakan peserta kongres luar biasa mulanya dijanjikan mendapat uang Rp 100 juta yang diberikan bertahap.

    Pada saat tiba di lokasi, peserta dijanjikan mendapat Rp 25 juta, dan sisanya setelah KLB Demokrat selesai. "Tapi nyatanya kita cuma dapat uang Rp 5 juta," ujar Gerald.

    Baca juga: Kiprah Nazaruddin: Mantan Bendahara Demokrat yang Dituduh Hendak Dongkel AHY 

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto