Resep dari Dapur Tempo: Bagaimana Menjadi Ilustrator yang Bisa Berkembang

Reporter

Editor

Amirullah

Ilustrator Sampul Majalah TEMPO, Kendra Paramita memberikan materi dalam acara Tempo Media Week 2018 di Gedung Tempo, Jakarta, 16 Desember 2018. Kendra Paramita memberikan materi mengenai pengetahuan dan pengalamannya dalam Proses Kreatif Sampul Ikonik Majalah TEMPO. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Sampul-sampul dari laporan-laporan Majalah Tempo hingga Koran Tempo kerap menjadi perbincangan. Dalam perayaan Hari Ulang Tahun Tempo ke-50, Sabtu, 6 Maret 2021, ilustrator Tempo, Kendra Paramita, berbagi tentang hal-hal yang biasa ia lakukan untuk menghasilkan karya ilustrasi bagi Tempo.

Kendra mengatakan hal pertama yang perlu dilakukan seorang ilustrator, adalah mengenali diri sendiri. Meski terdengar klise, namun ia menegaskan ini adalah tahap penting dalam menghasilkan karya ilustrasi yang baik.

"Kita harus tahu kesukaan kita apa, dan kita juga tahu limit kita juga. Berapa jauh kita bisa mengeksplor suatu proyek. Jadi, mengenali diri jadi modal utama. Dari situ kita baru bisa menerima influence dari luar. Kalau kita belum punya, kita akan mudah terbawa arus," kata Kendra dalam diskusi Resep dari Dapur Tempo, yang disiarkan di YouTube Tempodotco, Sabtu, 6 Maret 2021.

Ia mengatakan wajar jika seorang ilustrator ingin bisa sehebat artis yang menjadi panutannya. Ia pun mengaku pernah berada di tahap itu. Namun mengenali diri sendiri, akan menjadi penting untuk bisa berkembang lebih jauh.

Hal ini, kata Kendra harus dibarengi dengan latihan terus-menerus. Di era saat ini, belajar ilustrasi menjadi semakin mudah. Webinar hingga pengetahuan yang tersedia di dunia maya dapat mengajarkan membuat ilustrasi.

Namun, Kendra sendiri punya metode sendiri untuk terus mengasah kreativitasnya. Selain senang melamun dan minum kopi, ia juga banyak memperhatikan lingkungan di sekelilingnya. Ia pun menyarankan agar lebih sering memperhatikan apapun objek yang menjadi minat masing-masing orang.

"Misalnya sistem kerja sebuah industri. Itu bisa diobservasi. Itu merangsang pikiran kita. Yang penting melatih otak untuk berpikir mencari solusi, karena ilustrasi yang saya lakukan ini kan sebenarnya solutif kan. Bagaimana menyampaikan pesan melalui gambar," kata Kendra.

Ia pun mengingatkan agar para seniman tak membatasi dirinya dengan alat yang dimiliki. Aplikasi gambar apapun, baik yang berbayar maupun yang gratis, ia nilai tak terlalu berbeda jauh hasilnya.

"Saya lebih senang tak membatasi pada tools. Buat saya alat apa saja bisa dimaksimalkan. Jadi kalau adanya pensil jangan berharap hasilnya karya painting. pensil optimalnya seperti apa. Itu yang kita kejar. Jangan menyamakan satu tools dengan yang lainnya," kata ilustrator Tempo Kendra.






Tempo Young Entrepreneur Challenge, Pendiri Klamby dan Avoskin Raih Hadiah Terbang ke Korsel

2 hari lalu

Tempo Young Entrepreneur Challenge, Pendiri Klamby dan Avoskin Raih Hadiah Terbang ke Korsel

CEO Avoskin Anugrah Pakerti dan pendiri dan direktur kreatif Wearing Klamby menjadi perwakilan Indonesia di pameran bisnis Korea Selatan mendatang.


Tempo Young Entrepreneur Challenge Umumkan Empat Pebisnis Muda Inspiratif

2 hari lalu

Tempo Young Entrepreneur Challenge Umumkan Empat Pebisnis Muda Inspiratif

Tempo.co mengumumkan empat pebisnis muda yang terpilih menyandang penghargaan sebagai pebisnis muda inspiratif dalam acara TEMPO Young Entrepreneur Challenge, di Jakarta, Selasa, 4 Oktober 2022.


Pendiri Majalah Tempo Goenawan Mohamad Raih Penghargaan The Japan Foundation Awards 2022

10 hari lalu

Pendiri Majalah Tempo Goenawan Mohamad Raih Penghargaan The Japan Foundation Awards 2022

Goenawan Mohamad menjadi salah seorang penerima The Japan Foundation Awards 2022. Begini profil GM, pendiri Majalah Tempo.


Pandangan Kritis Azyumardi Azra Soal Pemindahan IKN

16 hari lalu

Pandangan Kritis Azyumardi Azra Soal Pemindahan IKN

Prof Azyumardi Azra mengkritisi pemerintah mengenai pemindahan IKN dan menggugat UU IKN ke Mahkamah Konstitusi.


Mengenal Utuy Tatang Sontani, Generasi Sastrawan yang Tak Bisa Pulang Setelah G30S

19 hari lalu

Mengenal Utuy Tatang Sontani, Generasi Sastrawan yang Tak Bisa Pulang Setelah G30S

Sastrawan Utuy Tatang Sontani tak bisa pulang setelah G30S. Ia dari Peking kemudian tinggal di Moskow, Rusia hingga wafatnya.


18 Tahun Munir Diracun: Misteri Kematian Ongen Latuihamallo Saksi Kunci Pembunuhan Munir

21 hari lalu

18 Tahun Munir Diracun: Misteri Kematian Ongen Latuihamallo Saksi Kunci Pembunuhan Munir

Teka-teki kematian Munir telah 18 tahun. Ongen Latuihamallo saksi kunci pembunuhan aktivis HAM itu, ditemukan tewas saat menyetir mobil.


PKKMB Politeknik Tempo, Dirut Tempo: Media Tidak Netral, tapi Objektif dan Independen

21 hari lalu

PKKMB Politeknik Tempo, Dirut Tempo: Media Tidak Netral, tapi Objektif dan Independen

Dirut Tempo Inti Media Arif Zulkifli berbagi pengalaman dengan para mahasiswa baru Politeknik Tempo Angkatan 2022/2023 pada PKKMB hari keempat.


Koran Tempo Juara Satu Anugerah Jurnalistik MH. Thamrin 2022

22 hari lalu

Koran Tempo Juara Satu Anugerah Jurnalistik MH. Thamrin 2022

Artikel Koran Tempo berjudul Empat Tahun Menanti di Kampung Akuarium karya Imam Hamdi menjadi pemenang Anugerah Jurnalistik MH. Thamrin 2022


Pengenalan Mahasiswa Baru Politeknik Tempo, Redaktur Tempo Ajak Mahasiswa Perangi Hoaks

23 hari lalu

Pengenalan Mahasiswa Baru Politeknik Tempo, Redaktur Tempo Ajak Mahasiswa Perangi Hoaks

Para Mahasiswa baru Politeknik Tempo angkatan 2022/2023 mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) hari kedua pada Selasa, 13 September 2022.


Bambang Widjojanto Mengenang Aktivis HAM Munir: Saya Meminta Munir Gabung di YLBHI Jakarta

30 hari lalu

Bambang Widjojanto Mengenang Aktivis HAM Munir: Saya Meminta Munir Gabung di YLBHI Jakarta

Sesama aktivis HAM, Bambang Widjojanto mengenang kematian Munir 18 tahun lalu. Saat itu sebagai Ketua YLBHI, ia meminta Munir gabung di Jakarta.