Setahun Corona, Jokowi Klaim Tren Kasus Turun dan PPKM Mikro Berhasil

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbicara setelah mendapat injeksi vaksin Covid-19 yang kedua, di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2021. Foto:  Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo berbicara setelah mendapat injeksi vaksin Covid-19 yang kedua, di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2021. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengklaim penanganan pandemi Covid-19 semakin baik. Setelah pandemi berlangsung setahun ini, kata Jokowi, tren kasus positif Covid-19 semakin turun.

    Ia juga mengklaim pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Pulau Jawa-Bali telah menunjukkan hasil yang baik. Menurut dia, kasus Covid-19 di tujuh provinsi mulai menurun, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

    "PPKM mikro ini telah menunjukkan hasil yang cukup baik. Penambahan kasus mingguan di tujuh provinsi kelihatan sekali trennya terus menurun. Ini sangat bagus," tutur Jokowi, Kamis malam, 4 Maret 2021.

    Secara keseluruhan, lanjut Jokowi, penambahan jumlah kasus positif Covid-19 dalam satu minggu terakhir ini juga terus menurun. "Di bulan Januari 2021 kita  pernah mencapai angka 14.000-15.000 kasus positif per hari. Satu minggu terakhir ini, misalnya pada 22 Februari berada di angka 10.180 dan pada 3 Maret ada 6.808 kasus. Kalau kita lihat secara detail, kasus harian semakin turun dan semakin turun," ujar Jokowi.

    Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman berpendapat, penanganan Covid-19 di Indonesia justru masih jalan di tempat. "Sejak awal pandemi Covid-19 angka positivity rate di atas 10 persen. Sampai sekarang sudah setahun masih di atas 10 persen. 3T (testing, tracing, treatment) kita jalan di tempat," ujar Dicky merespons pernyataan Jokowi.

    Baca juga: Jokowi: Belum Ada Penelitian Menunjukkan Varian Baru Covid-19 Lebih Mematikan

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.