Jokowi: Belum Ada Penelitian Menunjukkan Varian Baru Covid-19 Lebih Mematikan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah) didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan Vaksinasi Massal bagi tenaga kesehatan dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2021. Setpres-Kris

    Presiden Jokowi (tengah) didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan Vaksinasi Massal bagi tenaga kesehatan dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2021. Setpres-Kris

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengimbau masyarakat tidak khawatir berlebihan dengan ditemukannya varian baru virus Covid-19, B117 asal Inggris, di Indonesia. Menurut Jokowi, belum ada penelitian yang menunjukkan varian baru ini lebih mematikan.

    "Saya mengimbau kepada saudara-saudara semuanya untuk tidak perlu khawatir karena ditemukannya dua kasus positif dengan mutasi virus Corona dari Inggris atau B117. Dua orang yang terpapar varian baru tersebut, saat ini sudah negatif," ujar Jokowi, Kamis malam, 4 Maret 2021.

    "Dan belum ada penelitian yang menunjukkan varian baru ini lebih mematikan," lanjut dia.

    Pencegahan agar tidak tertular virus varian baru ini, ujar Jokowi, harus dilakukan bersama-sama dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan seiring pelaksanaan vaksinasi yang semakin cepat.

    Varian B117 ditemukan di Indonesia melalui kegiatan pengurutan genom virus menyeluruh (whole genom sequencing) pada sampel virus corona penyebab Covid-19 yang bertransmisi di Indonesia. Dari 462 WGS yang diperiksa, teridentifikasi dua kasus di antaranya mengandung varian baru asal Inggris itu.

    Sampel itu ternyata milik dua warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Keduanya berinisial M, warga Kecamatan Lemahabang, dan A, warga Kecamatan Pedes. Keduanya merupakan perempuan pekerja migran yang baru datang dari Arab Saudi. M tiba di Indonesia pada 28 Januari. Tiga hari berselang, A tiba di Tanah Air.

    Dua orang tersebut sempat menjalani karantina di Wisma Pademangan, Jakarta Utara, selama lima hari, saat pertama tiba. Mereka juga menjalani tes polymerase chain reaction (PCR), lalu dinyatakan terjangkit virus corona dengan status orang tanpa gejala. Karena terjangkit virus, masa karantina mereka diperpanjang hingga dinyatakan negatif corona sesuai dengan hasil tes usap. Kini, hasil tes swab mereka telah dinyatakan negatif dan sudah diizinkan pulang ke Karawang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.