Vaksinator di Jabar Ditingkatkan 3 Kali Lipat, Ridwan Kamil Andalkan TNI - Polri

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil menerima kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI terkait penanganan COVID-19 dan bencana di Jabar, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (15/2/2021). (Foto: Yogi P/Humas Jabar).

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil menerima kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI terkait penanganan COVID-19 dan bencana di Jabar, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (15/2/2021). (Foto: Yogi P/Humas Jabar).

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan akan mengandalkan TNI dan Polri untuk menjadi vaksinator Covid-19. Saat ini, Jawa Barat baru memiliki 11 ribu tenaga vaksinator.

    Menurut Ridwan, jumlah tersebut harus ditingkatkan 3 kali lipat jika harus memenuhi target vaksinasi rampung dalam 8 bulan. Sebab, dari total penduduk Jawa Barat sebanyak 50 juta jiwa, 70 persennya atau 38 juta jiwa yang harus divaksin.

    "Sehingga salah satunya kita andalkan TNI - Polri," kata Ridwan Kamil dalam rilis survei Indikator, Ahad, 21 Februari 2021.

    Ridwan Kamil atau Emil mengaku sudah menghitung ketidakcukupan infrastruktur yang menjadi ancaman program vaksinasi dalam membentuk herd immunity atau kekebalan populasi 70 persen di wilayahnya.

    Baca: Gen Z hingga Etnik Non-Jawa yang Mau Divaksin Rendah, Ini Strategi Ridwan Kamil

    Kendala pertama, jumlah vaksin siap tapi tidak bisa mengejar sampai 70 persen populasi. Kendala lainnya, dosis siap untuk 70 persen populasi tetapi kecepatan suntiknya lambat. Akibatnya, orang yang disuntik pertama bertemu orang yang sudah disuntik dua kali dan herd immunity tidak tercapai.

    "Yang satu sudah lemah antibodinya, yang satu baru membangun antibodi. Terlihat statistik tercapai 70 persen, tapi sebenarnya kumpulan orang-orang yang tidak setara antibodinya. Akibatnya tidak tercapai herd immunity," ujar Ridwan Kamil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?