Kejagung Sita Tanah Milik Tersangka Asabri di Jakarta Timur

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi pers kasus dugaan korupsi PT Asabri oleh Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Djoko Purwanto, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, dan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak pada Rabu, 30 Desember 2020. Tempo/Andita Rahma

    Konferensi pers kasus dugaan korupsi PT Asabri oleh Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Djoko Purwanto, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, dan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak pada Rabu, 30 Desember 2020. Tempo/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Kejaksaan Agung kembali menyita aset milik salah satu tersangka kasus dugaan korupsi PT Asabri.

    Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Febrie Adriansyah mengatakan aset itu berupa sebidang tanah dengan luas 3,2 hektare di wilayah Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. "Punya si Dirut PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi," ujar Febrie saat dikonfirmasi Tempo pada Ahad, 21 Februari 2021.

    Sejauh ini penyidik telah melakukan penyitaan sejumlah aset milik tiga dari sembilan tersangka kasus Asabri. Adalah Lukman, Benny Tjokrosaputro, dan Heru Hidayat. Aset-aset tersebut berupa tanah, mobil, hingga kapal tanker LNG Aquarius.

    Adapun untuk aset tersangka yang berada di luar negeri, Febrie mengatakan, masih dalam proses. "Masih ditelusuri," kata Febrie.

    ADVERTISEMENT

    Dalam perkara ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. Selain Lukman, Benny Tjokro, dan Heru, enam lainnya adalah mantan Direktur Utama PT Asabri Mayor Jenderal (Purnawirawan) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Purnawirawan) Sonny Widjaja, Kepala Divisi Investasi Asabri periode Juli 2012 hingga Januari 2017 Ilham W. Siregar.

    Kemudian, Kepala Divisi Keuangan dan Investasi periode 2012 hingga Mei 2015 Bachtiar Effendi, Direktur Investasi dan Keuangan periode 2013-2019, Hari Setiono, dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo.

    Penyidik Kejaksaan Agung menaksir nilai kerugian negara akibat perbuatan para tersangka dalam kasus korupsi Asabri mencapai lebih dari Rp 23 triliun.

    Baca juga: Mahfud Md Pastikan Kasus Asabri Dibawa ke Pengadilan

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.