P2G Desak Nadiem Makarim Respons Temuan Situs Porno di Buku Sosiologi SMA

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buku pelajaran Sosiologi kelas XII yang ditemukan di satu halamannya memuat tautan ke situs pornografi. (Dok.SMAN9 Bandung)

    Buku pelajaran Sosiologi kelas XII yang ditemukan di satu halamannya memuat tautan ke situs pornografi. (Dok.SMAN9 Bandung)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bersikap terkait buku pelajaran Sosiologi SMA Kelas XII yang bermuatan situs porno.

    "Hingga sekarang Mas Nadiem belum merespon kasus ini, berbeda perlakuannya dengan kasus jilbab di Padang yang responnya sangat sigap. Padahal konten pornografi seperti di buku pelajaran jelas-jelas akan merusak pendidikan dan moral anak bangsa," kata Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim dalam keterangannya, Kamis, 11 Februari 2021.

    P2G sebelumnya mendapatkan laporan dari para guru di daerah, khususnya di Jawa Barat, yang mendapati Buku Pelajaran Sosiologi SMA Kelas XII bermuatan situs porno.

    Di dalam buku sosiologi yang sebenarnya membahas topik mengenai "Pemberdayaan Masyarakat Kampung Naga" di Jawa Barat ini, justru di dalamnya memberikan tautan situs yang bermuatan pornografi.

    Satriwan menilai Kemendikbud lagi-lagi kecolongan mengenai konten buku pelajaran yang mestinya bersih dari unsur permusuhan SARA, radikalisme, konten pornografi, dan konten yang membahayakan pendidikan dan moral anak bangsa.

    P2G menduga buku bermuatan situs porno tersebut tidak hanya tersebar dan digunakan siswa-siswi di wilayah Jawa Barat saja, tapi berpotensi sudah tersebar ke wilayah lain. Sebab buku tersebut dijual secara umum atau bebas, bisa diperoleh dari toko-toko buku

    Satriwan mengaku khawatir jika buku tersebut masih beredar dan terus digunakan siswa, kemudian membuka situsnya, maka secara langsung para siswa dan guru telah membuka situs porno.

    Menurut Satriwan, Kemendikbud (Menteri Nadiem Makarim) harus segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk menarik buku sosiologi itu dari peredaran. Jika sulit, ia menyarankan agar Kementerian Kominfo memblokir situs tersebut. "Sebab, hingga rilis pernyataan resmi ini dibuat, situs tersebut masih eksis dan belum diblokir," kata dia.

    Baca juga: SKB 3 Menteri: Nadiem Sebut Seragam Beratribut Keagamaan Keputusan Individu

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.