Kasus Asabri, Kejaksaan Sita 20 Unit Kapal Milik Salah Satu Tersangka

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya, di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya, di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Kejaksaan Agung menyita aset milik Heru Hidayat, salah satu tersangka kasus dugaan korupsi PT Asabri.

    Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengatakan, aset tersebut berupa kapal. 

    "Ada 20 kapal disita, punya HH (Heru Hidayat). Kapalnya salah satu terbesar di Indonesia, jenisnya LNG, nama kapalnya LNG Aquarius," ucap Febrie di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 9 Februari 2021. 

    Baca juga: Kasus Asabri, Jaksa Agung Sebut BPKP Taksir Kerugian Negara Rp 17 Triliun

    Penyidik sebelumnya juga telah menyita aset berupa tanah seluas 194 hektare di daerah Maja milik Benny Tjokosaputro, tersangka lainnya dalam perkara ini. 

    Heru Hidayat merupakan satu dari delapan orang yang ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung. Ia bersama Sonny Widjaja, mantan Direktur Utama Asabri, bersepakat untuk mengelola dana investasi. Perusahaan asuransi ini pun mengalami kerugian atas pengelolaan dana itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?