Kementan Apresiasi Bantaeng Lindungi Petani dengan Asuransi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petani melakukan persiapan penanaman padi di area persawahan dusun Bleberan Desa Sawahan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Rabu, 25 November 2020. Dari 8,2 juta hektare penanaman padi tersebut diharapkan dapat menghasilkan 20 juta ton beras. TEMPO/Imam Sukamto

    Sejumlah petani melakukan persiapan penanaman padi di area persawahan dusun Bleberan Desa Sawahan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Rabu, 25 November 2020. Dari 8,2 juta hektare penanaman padi tersebut diharapkan dapat menghasilkan 20 juta ton beras. TEMPO/Imam Sukamto

    BANTAENG - Kementerian Pertanian (Kementan) mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang konsisten memberikan perlindungan petani melalui asuransi pertanian. Pasalnya, usaha di Sektor Pertanian, khususnya usaha tani padi dan ternak sapi dihadapkan pada resiko kegagalan sebagai akibat dampak perubahan iklim yang dapat merugikan petani.

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebut, banyak pencapaian sejak penerapan asuransi pertanian. Dengan ikut asuransi pertanian ini diharapkan petani merasa aman untuk berproduksi.

    "Kita tidak ingin kalau kena bencana alam seperti banjir, kekeringan, bencana alam, atau sapi yang mati itu menyebabkan petani yang rugi," kata Mentan SYL, Jumat (22/1).

    Setelah bergabung dalam sebuah kelompok tani dan memahami manfaat jaminan kerugian yang didapat dari program asuransi pertanian, maka petani bisa segera mendaftarkan diri. Namun, waktu pendaftaran biasanya paling lambat berlangsung 30 hari sebelum musim tanam dimulai.

    "Untuk mendaftarkan diri, petani juga akan mendapat pendampingan khusus dari petugas UPTD Kecamatan serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)," pungkas Mentan SYL.

    Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, dengan adanya AUTP, petani yang terkena musibah yang mengakibatkan gagal panen bisa mendapatkan ganti rugi.

    “Dengan membayar premi hanya Rp 36 ribu/ha/musim, petani yang sawahnya terkena bencana banjir, kekeringan dan serangan OPT dapat klaim (ganti) Rp 6 juta/ha,” kata Sarwo Edhy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.