Yaqut Cholil Qoumas, Ketua GP Ansor-Putra Pendiri PKB yang Jadi Menteri Agama

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi merombak (reshuffle) jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju pada hari ini, Selasa, 22 Desember 2020. Ada beberapa wajah baru dalam Kabinet Indonesia Maju, salah satunya yakni Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama. Foto/Instagram

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi merombak (reshuffle) jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju pada hari ini, Selasa, 22 Desember 2020. Ada beberapa wajah baru dalam Kabinet Indonesia Maju, salah satunya yakni Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama. Foto/Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjuk Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama RI. Yaqut menggantikan posisi Fachrul Razi.

    Yaqut adalah putra dari K.H Muhammad Cholil Bisri, salah satu pendiri PKB. Lahir dari keluarga pendiri dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU), sejak muda ia sudah aktif berorganisasi. Pada 2005, Yaqut mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati dan terpilih menjadi Wakil Bupati Rembang (2005-2010).

    Pada 2011, Yaqut semakin aktif melebarkan sayap organisasinya dan diberi tanggung jawab memimpin organisasi sayap kepemudaan dari PKB, sebagai Ketua PP GP Ansor 2011-2015. Lalu, ia terpilih kembali menjadi Ketua Umum GP Ansor Periode 2015-2020.

    Pada 27 Januari 2015, Yaqut Cholil Qoumas atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Tutut, dilantik menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019 dari PKB.

    Gus Tutut dilantik menjadi anggota DPR Pergantian Antarwaktu menggantikan Hanif Dhakiri dari Dapil Jawa Tengah X, yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Tenaga Kerja. Pada Pemilihan Legislatif 2019-2024, Yaqut mencalonkan diri kembali dan terpilih menjadi anggota DPR RI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.