Dharmasraya Dapat Bantuan Rapid Test Antigen dari BNPB

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Dharmasraya memperoleh bantuan rapid test antigen dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Foto: pexel.com

    Pemerintah Dharmasraya memperoleh bantuan rapid test antigen dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Foto: pexel.com

    Info Nasional—Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memperoleh bantuan rapid test antigen dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan langsung diterima oleh Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan.

    Sutan Riska mengatakan, bantuan itu ia peroleh setelah bertemu dengan Kepala BNPB Doni Munardo pada Jumat, 18 Desember 2020. “Alhamdulillah. Kami diberi bantuan sebanyak 5.000 rapid test antigen,” ujar Sutan Riska, Jumat, 18 Desember 2020.

    Rapid test antigen merupakan salah satu cara untuk mendeteksi materi genetik atau protein spesifik dari Covid-19 secara cepat. Menurut Sutan Riska, rapid antigen ini memiliki keakuratan lebih baik ketimbang rapid test antibodi dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.“Rapid antigen ini hasilnya lebih cepat diketahui serta lebih akurat,” kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

    Dengan adanya rapid antigen ini, kata Sutan, sesegera mungkin bakal dilakukan tes massal untuk masyarakat Dharmasraya secara gratis. Dengan program ini, Sutan Riska berharap daerahnya bisa mencegah penyebaran virus Covid-19 meluas. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin menekan penyebaran virus di Dharmasraya,” ujar bupati berusia 31 tahun itu.

    Seperti diketahui, rapid antigen ini menggunakan sampel lendir yang diambil dari hidung ataupun tenggorokkan. Secara metode, rapid antigen sama seperti swab menggunakan metode usap.

    Saat ini, ada enam daerah yang mewajibkan melampirkan hasil rapid test antigen sebagai syarat jika bepergian. Selain DKI Jakarta yang menuangkan kebijakan itu dalam Peraturan Gubernur Nomor 64 Tahun 2020, Jawa Barat, Yogyakarta, Bali, Jawa Tengah, dan Malang turut mengeluarkan kebijakan serupa.

    Kebijakan itu dikeluarkan demi menekan penyebaran virus Covid-19a seiring dengan datangnya liburan akhir tahun. Hingga 19 Desember 2020 pukul 12.00, sebanyak 657.948 orang yang terjangkit virus Covid-19. Dari jumlah itu, lebih dari 19 ribu orang meninggal oleh virus yang terdeteksi berasal dari Wuhan, Cina, itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.