Komnas HAM akan Konfirmasi Luka Tembak 6 Laskar FPI ke Ahli dan Keluarga

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran dan Ketua Kommas HAM Ahmad Taufan Damanik ditemui awak media seusai pemeriksaan terkait penembakan laskar FPI di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 14 Desember 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran dan Ketua Kommas HAM Ahmad Taufan Damanik ditemui awak media seusai pemeriksaan terkait penembakan laskar FPI di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 14 Desember 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyatakan masih akan menelisik lebih jauh mengenai jumlah tembakan yang ada di jenazah enam laskar FPI atau Front Pembela Islam dalam insiden baku tembak dengan polisi. Komnas HAM menyatakan telah melakukan pemeriksaan kepada dokter forensik yang mengotopsi korban dan mendapatkan keterangan serupa seperti kepolisian.

    “Kami sudah meminta keterangan dari dokter forensik. Keterangan yang dari dokter sama seperti yang diterangkan Bareskrim,” kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara saat dihubungi, Sabtu, 19 Desember 2020.

    Beka mengatakan Komnas HAM masih akan mengkonfirmasi keterangan mengenai jumlah luka tembak itu kepada ahli. Ahli yang dimaksud bisa dari perguruan tinggi atau ikatan profesi kedokteran. Selain itu, kata Beka, Komnas HAM akan mengkonfirmasi soal jumlah luka tembak itu kepada keluarga korban. “Kalau diperlukan dengan keluarga korban,” kata dia.

    Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal Mabes Polri mengatakan telah mendapat laporan otopsi dari enam jenazah pengawal Rizieq Shihab yang tewas dalam bentrok dengan polisi di Tol Cikampek KM 50. Dari laporan forensik tersebut, Bareskrim menemukan ada 18 lubang peluru dari tubuh enam jenazah.

    "Secara umum ada delapan belas luka tembak, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh seluruh jenazah," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Andi Rian S Djajadi, saat dihubungi Jumat, 18 Desember 2020.

    Andi masih enggan mengungkap lebih detail terkait hal itu. Ia hanya menyebut temuan itu berdasarkan laporan dari temuan ahli forensik mayat yang ditugaskan.

    Keenam jenazah itu diketahui diotopsi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Selain itu, Andi juga masih enggan mengambil kesimpulan dari temuan tersebut. "Penyidik belum menyimpulkan terkait penanganan kasus secara utuh," kata Andi.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.