Pilkada Surabaya: Eri Cahyadi Menang Telak di Tempat Machfud Arifin Nyoblos

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 01 Eri Cahyadi menunjukkan surat suara sebelum mencoblos di TPS 25, Ketintang Selatan, Surabaya, Jawa Timur, Rabu 9 Desember 2020. ANTARA FOTO/Moch Asim

    Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 01 Eri Cahyadi menunjukkan surat suara sebelum mencoblos di TPS 25, Ketintang Selatan, Surabaya, Jawa Timur, Rabu 9 Desember 2020. ANTARA FOTO/Moch Asim

    TEMPO.CO, Jakarta - Perolehan suara pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman, kalah telak di TPS 25. Padahal, Machfud mencoblos di lokasi ini. Dari 129 suara masuk, Machfud - Mujiaman hanya memperoleh 20 suara, sementara lawannya, Eri Cahyadi - Armudji, 108 suara.

    Ketua KPPS TPS 25, Kelurahan Dr Soetomo, Tegalsari, Chairani, mengatakan, dari 306 daftar pemilih tetap, hanya 129 orang yang menggunakan hak pilihnya. "Suara sah 128. Suara tidak sah 1," kata dia kepada awak media seusai penghitungan suara, Rabu, 9 Desember 2020.

    Sebelumnya, Machfud mencoblos di TPS 25 Kelurahan Dr Soetomo dengan didampingi istri dan anak perempuannya pada pukul 09.30. Machfud beserta rombongan menuju TPS dengan berjalan kaki sejauh 300-an meter dari kediamannya di Jalan WR Supratman, Surabaya.

    Hingga 16.00 WIB, baik Machfud maupun Mujiaman masih memantau penghitungan suara Pilkada Surabaya di rumah mantan Kapolda Jawa Timur ini. Mereka belum menggelar konferensi pers. Para pendukung dan simpatisan masih setia berkerubung di dalam maupun di luar rumah Machfud.

    Sementara itu hasil hitung cepat beberapa lembaga survei, pasangan nomor urut 1, Eri-Armudji, unggul atas pasangan nomor urut 2, Machfud Mujiaman. Eri-Armudji diusung PDIP, sedangkan Machfud Arifin - Mujiaman delapan partai, yakni PKB, PKS, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, Demokrat, dan NasDem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.