Eri Cahyadi Memantau Hitung Cepat dari Kantor PDI Perjuangan Surabaya

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (kiri) dan Armuji (kanan) berpose saat pendaftaran calon kepala daerah di Kantor KPU Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat 4 September 2020. ANTARA FOTO/Moch Asim

    Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (kiri) dan Armuji (kanan) berpose saat pendaftaran calon kepala daerah di Kantor KPU Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat 4 September 2020. ANTARA FOTO/Moch Asim

    TEMPO.CO, Surabaya- Calon wali kota Surabaya nomor urut 1  Eri Cahyadi dan calon wakilnya, Armudji, memantau penghitungan cepat lembaga survei dari sekretariat PDI Perjuangan Kota Surabaya, Jalan Setail Nomor 8, Rabu, 9 Desember 2020.

    Sejumlah tim pemenangan, pengurus partai dan simpatisan berkumpul di sekretariat tersebut sambil memantau situasi di lapangan. “Kami berkumpul di Jalan Setail untuk memantau hitung cepat dan situasi,” kata ketua tim pemenangan Eri Cahyadi – Armudji, Adi Sutarwijono.

    Eri dan istrinya, Rini Indriani, menyalurkan hak pilihnya di TPS 25, Jalan Ketintang Selatan II, Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan. Eri berujar telah sungkem kepada orang tuanya di kediaman Jalan Ketintang Madya IV Surabaya, sebelum melangkah ke TPS.

    Usai mencoblos, Eri dan istrinya sempat kembali ke rumahnya. Setelah pemungutan suara selesai, Eri juga akan bergabung dengan pengurus PDI Perjuangan serta tim pemenangan di Jalan Setail, Rabu sore ini. “Kabarnya Mas Eri mantau quick count dari kantor PDI Perjuangan Surabaya,” kata salah seorang anggota tim pemenangan.

    Sebanyak sepuluh lembaga survei melakukan hitung cepat di Pilkada Surabaya, di antaranya Saiful Mujadi Research dan Colsulting (SMRC), Populi Center, Cyrus Network, Charta Politika, Cyrus Network, Poltracking dan Pusat Studi Demokrasi dan HAM (Pusdeham) Unair. Dari sepuluh lembaga survei itu, tujuh di antarannya mengunggulkan Eri-Armudji ketimbang Machfud Arifin-Mujiaman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.