Inovasi Pemuda Menuju Indonesia Gemilang

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO NASIONAL - Sastia Prama Putri mencoba melakukan inovasi untuk mengatasi persoalan kualitas buah asli Indonesia di pasar global. Dalam salah satu risetnya, perempuan diaspora Indonesia yang saat ini menjabat asisten profesor di Departemen Bioteknologi, Fakultas Teknik Osaka University, Jepang, ini menemukan metode mempertahankan kualitas buah-buahan sehingga tetap prima ketika tiba di negara tujuan ekspor.

    “Dengan meningkatnya kualitas produk unggulan Indonesia, nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan petani buah dan membawa dampak ekonomi yang positif,” ujarnya.

    Riset-riset yang dikerjakan Sastia memang fokus pada inovasi pengembangan metode quality control dan autentikasi produk pangan unggulan Indonesia. Tujuan utamanya untuk meningkatkan kualitas produk agrikultur, akuakultur maupun kelautan.

    Perempuan yang menyelesaikan jenjang S2 dan S3 di Osaka University dalam waktu hanya 3,5 tahun ini berharap pemerintah terus mendorong lahirnya karya-karya inovatif anak bangsa. “Kebijakan pemerintah harus lebih berpihak dan mendukung inovasi dalam negeri agar bisa dirasakan manfaatnya,” kata Sastia.

    Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2020, hadirnya inovasi seperti riset yang dilakukan Sastia sangat penting untuk memacu kemajuan bangsa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pun mendorong hal ini dengan memberi kepercayaan kepada perguruan tinggi melakukan inovasi sesuai dengan konsep Kampus Merdeka.

    “Di Kampus Merdeka, kami buka kesempatan tiga semester dari delapan semester bagi mahasiswa melakukan immersive learning di luar prodi, salah satunya mereka bisa mengambil research project,” kata Mendikbud Nadiem.

    Kebijakan Kampus Merdeka menjadi jawaban agar inovasi dan penelitian tumbuh dalam ekosistem yang saling mendukung. Nadiem optimistis kebijakan ini menjembatani peluang yang lebih besar bagi mahasiswa dan perguruan tinggi untuk terlibat di bidang penelitian dan teknologi.

    “Apa (bentuk) inovasi-inovasi, ujian-ujian, penilaian-penilaian yang telah dilakukan di semua sekolah, sekarang saatnya untuk keluar, sekarang saatnya untuk memamerkan inovasi tersebut, karena sekarang sudah eranya Merdeka Belajar," kata Nadiem.

    Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemdikbud juga telah melakukan berbagai inovasi dalam penguatan karakter pelajar, termasuk ketika masa pandemi seperti saat ini. “Puspeka sebagai unit yang diberi mandat melaksanakan penguatan karakter secara menyeluruh ke seluruh pelosok negeri memerlukan program kegiatan yang inovatif dalam melaksanakan penguatan karakter,” ucap Kepala Puspeka, Hendarman.

    Untuk mengingatkan kembali sejarah sekaligus memaknai Hari Sumpah Pemuda, Puspeka Kemendikbud menggelar kegiatan bertajuk “Tapak Tilas Virtual Pergerakan Pemuda Meraih Indonesia Merdeka” dan bertema “Pemuda Hebat, Pemuda Berkarakter” secara virtual pada 31 Oktober 2020, pukul 09.00-12.00 WIB.

    “Diharapkan dengan mengajak generasi muda untuk lebih mengenal perjuangan para pahlawan kemerdekaan, maka dapat menguatkan rasa cinta tanah air, nasionalisme, sadar berbangsa dan bernegara serta semakin paham pentingnya gotong royong,” kata Hendarman.

    Peserta akan diajak berwisata virtual ke beberapa museum, yaitu Museum Sumpah Pemuda, Museum Kebangkitan Nasional, dan Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Sebelum melakukan wisata, peserta akan berdiskusi dengan narasumber inspiratif, yaitu Asep Kambali,  Dr. Maryanto selaku Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara, atlet panjat tebing Aries Susanti Rahayu, serta Rafi dan Rara Sudirman siswa berbakat dan berprestasi.

    Kegiatan ini akan diikuti oleh 4000 peserta didik dari jenjang SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB atau SMK/SMKLB, dan perguruan tinggi. Pendaftaran akan ditutup pada 30 Oktober 2020. Informasi selengkapnya bisa dilihat pada laman cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id .(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.