Survei BPS Sebut 17 Persen Responden Yakin Tak Akan Kena Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berbelanja pakaian yang dijual pedagang kaki lima di atas trotoar Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta, Senin pagi, 18 Mei 2020. Meski kawasan niaga Pasar Tanah Abang masih tutup selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun sebagian pedagang pakaian tetap menggelar lapaknya. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga berbelanja pakaian yang dijual pedagang kaki lima di atas trotoar Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta, Senin pagi, 18 Mei 2020. Meski kawasan niaga Pasar Tanah Abang masih tutup selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun sebagian pedagang pakaian tetap menggelar lapaknya. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 17 persen responden merasa yakin tak akan tertular atau terinfeksi Covid-19. Kepala BPS Suhariyanto menyatakan sebanyak 12,5 persen menyatakan tidak mungkin dan 4,5 persen menyatakan sangat tidak mungkin mereka terpapar virus corona.

    "Persepsi kemungkinan terinfeksi, masih kelihatan 17 dari 100 responden mengatakan mereka tidak mungkin tertular Covid-19. Saya pikir ini lumayan tinggi," kata pria yang akrab disapa Kecuk ini dalam konferensi pers virtual, Senin, 28 September 2020.

    Adapun responden yang menjawab sangat mungkin terinfeksi Covid-19 sebanyak 19,3 persen, mungkin sebanyak 29,4 persen, dan cukup mungkin sebanyak 34,4 persen.

    Survei ini digelar secara online terhadap 90.967 responden pada periode 7-14 September 2020. Mayoritas responden atau 69,01 persen di antaranya berusia 17-45 tahun. Sebanyak 46,23 persen responden berpendidikan minimal Diploma IV atau S1.

    Menurut Kecuk, persepsi tak mungkin terpapar Covid-19 ini merata di semua kelompok usia. Namun responden dengan pendidikan tinggi lebih percaya pada bahaya Covid-19 ketimbang yang berpendidikan rendah.

    Dari 17 persen yang menjawab sangat tidak mungkin dan tidak mungkin tertular Covid-19, sebanyak 33,69 persen di antaranya lulusan SD; 32,58 persen lulusan SMP; 25,46 persen lulusan SMA/SMK; dan 13,41 persen lulusan diploma atau sarjana.

    "Persepsi tidak mungkin tertular itu terkait erat dengan pendidikan. Ketika pendidikan rendah mereka yakin tidak akan tertular, tetapi pendidikan tinggi kesadaran sudah tinggi sehingga persentase menurun," kata Kecuk.

    Kecuk mengatakan temuan ini menandakan pemerintah perlu lebih gencar memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Covid-19. Ia berpendapat perlunya digalakkan bahwa siapa saja berisiko tertular Covid-19, tak peduli jenis kelamin, usia, pendidikan, dan lainnya.

    Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan 17 persen dari responden BPS ini angka yang sangat besar. Jika dihitung dari persentase penduduk Indonesia, artinya masih ada sekitar 45 juta orang yang merasa yakin tak akan terpapar Covid-19.

    "Angka ini suatu angka yang sangat besar sekali. Padahal status yang kita hadapi sekarang adalah pandemi, tidak ada satu jengkal tanah pun yang akan betul-betul aman atau bebas dari Covid-19," kata Doni Monardo dalam forum yang sama.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.