Soal Penanganan Covid-19, Jokowi: Mini Lockdown Berulang Lebih Efektif

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersiap memberikan keterangan usai meninjau fasilitas produksi dan uji klinis tahap III vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Selasa, 11 Agustus 2020. Dalam kegiatan tersebut, Jokowi juga meninjau langsung uji coba pertama vaksin virus Corona. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersiap memberikan keterangan usai meninjau fasilitas produksi dan uji klinis tahap III vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Selasa, 11 Agustus 2020. Dalam kegiatan tersebut, Jokowi juga meninjau langsung uji coba pertama vaksin virus Corona. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menekankan bahwa intervensi berbasis lokal atau mini lockdown merupakan strategi efektif untuk menangani kasus Covid-19.

    "Saya sampaikan sekali lagi kepada Komite (PC-PEN) bahwa intervensi berbasis lokal, mini lockdown yang berulang itu akan lebih efektif," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi lewat video conference, Senin, 28 September 2020.

    Intervensi berbasis lokal atau mini lockdown yang dimaksud Jokowi, yakni pembatasan sosial berskala mikro baik di tingkat desa, tingkat kampung, RT/RW, di perkantoran hingga pondok pesantren.

    "Saya kira itu lebih efektif. Mini lockdown yang berulang itu akan lebih efektif. Jangan sampai kita generalisir satu kota atau satu kabupaten apalagi satu provinsi, ini akan merugikan banyak orang," ujar Jokowi.

    Hingga Ahad, 27 September 2020, tercatat jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 275.213 kasus.

    Menurut Jokowi, angka rata-rata kasus aktif di Indonesia sudah terus menurun. "Data yang saya peroleh per 27 September 2020, rata-rata kasus aktif di Indonesia itu 22,46 persen. Ini sedikit lebih rendah dari kasus aktif dunia yang mencapai 23,13 persen. Saya kira, ini baik untuk terus diperbaiki lagi," ujarnya.

    Sementara itu, di Indonesia tercatat jumlah pasien sembuh 203.014 orang dan total pasien meninggal berjumlah 10.386 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.