Hindari Abuse of Power, DPR Minta Kapolri Awasi Penggunaan Seragam Baru Satpam

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani saat menerima kunjungan audiensi delegasi Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab Se-Indonesia di ruang kerja Wakil Ketua MPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta pada Selasa, 19 November 2019.

    Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani saat menerima kunjungan audiensi delegasi Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab Se-Indonesia di ruang kerja Wakil Ketua MPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta pada Selasa, 19 November 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Arsul Sani meminta Kepala Kepolisian RI atau Kapolri Jenderal Idham Azis untuk mengawasi ketat terkait pergantian warna seragam satpam.

    Sebab, Arsul melihat, berganti warga seragam satpam menjadi cokelat seperti polisi, membuka peluang terjadinya misuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan oleh mereka dengan mengemban fungsi kepolisian terbatas di bidang pengamanan.

    "Ini perlu ditekankan bahwa setiap penyelewengan perilaku nantinya setelah menggunakan warna seragam yang sama akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum pidana yang berlaku," ujar Arsul saat dihubungi pada Rabu, 16 September 2020.

    Selanjutnya, karena dalam aturan yang boleh menggunakan seragam warna cokelat adalah mereka yang direkrut oleh perusahaan dan dilatih oleh polisi, maka menurut Arsul, jangan sampai Polri kemudian hanya menekankan pembinaan dan pelatihan kepada satpam-satpam perusahaan saja. Namun, di sisi lain, melupakan pembinaan satkamling yang ada di perumahan.

    "Tugas Polri juga untuk meningkatkan dan membangun kapasitas mereka sebagai petugas keamanan lingkungan," kata Arsul. Terakhir, ia juga meminta agar pengadaan seragam tidak membebani anggaran negara di Polri.

    Kapolri Jenderal Idham Azis menginstrusikan pergantian warga seragam satuan pengamanan (satpam). Jika semula warga seragam satpam adalah putih untuk dinas pagi hari dan biru tua untuk dinas malam hari, maka nantinya diubah dengan warna cokelat.

    "Sesuai dengan peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2020 tentang pengaman swakarsa, bahwa ada perubahan warna seragam satpam," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono di kantornya, Jakarta Selatan, pada Senin, 14 September 2020.

    Pemilihan warna cokelat untuk seragam satpam dimaksudkan agar terjalin kedekatan emosional antara Polri dan satpam. Selain itu, dengan warna seragam baru itu, akan menumbuhkan kebanggaan satpam sebagai pengembang fungsi kepolisian terbatas. "Memuliakan profesi satpam dan menambah pergelaran fungsi kepolisian di tengah masyarakat," ujar Awi.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.