Sebelum Kasus Syekh Ali Jaber, Ini Rentetan Penyerangan Orang Gila kepada Ulama

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria (dalam lingkaran) menyerang pendakwah Syekh Ali Jaber di Masjid Fallahudin, Lampung, Ahad Sore, 13 September 2020. Pelaku berhasil ditangkap dan dibawa oleh polisi. Istimewa

    Seorang pria (dalam lingkaran) menyerang pendakwah Syekh Ali Jaber di Masjid Fallahudin, Lampung, Ahad Sore, 13 September 2020. Pelaku berhasil ditangkap dan dibawa oleh polisi. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendakwah Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau dikenal Syekh Ali Jaber ditusuk oleh Alpin Andria saat sedang menghadiri acara Wisuda Tahfidz Al Quran di Masjid Falahudin, Lampung, pada Ahad, 13 September 2020. Polisi mengatakan berdasarkan pengakuan keluarga, pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Namun aparat menyatakan tidak akan mempercayainya begitu saja.

    Kasus penyerangan ulama atau tokoh agama oleh orang yang dianggap mengalami gangguan kejiwaan bukan kali ini terjadi. Imbasnya banyak pihak yang meragukannya dan meminta polisi mengusut tuntas.

    Berikut sejumlah kasus serangan terhadap tokoh agama yang dilakukan oleh orang gila:

    1. Pembunuhan Komandan Brigade PP Persatuan Islam (Persis)

    Komandan Brigade PP Persis, Prawoto, 40 tahun, tewas mengenaskan setelah dihajar oleh tetangganya sendiri, Asep Maftuh, 45 tahun, menggunakan besi pada Kamis, 1 Februari 2018.

    Polisi sempat menyatakan jika pelaku diduga mengalami gangguan jiwa. Namun setelah menjalani pemeriksaan dan persidangan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung mengatakan Asep tidak terbukti gila. Sebabnya hakim menjatuhkan vonis 7 tahun penjara.

    2. Penganiayaan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Cicalengka

    Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah, Umar Basri, 60 tahun, dianiaya seseorang di dalam masjid usai menunaikan salat subuh pada Sabtu, 27 Januari 2018. Pelaku yang bernama Asep, 50 tahun, memukul Umar dengan kayu. Imbasnya Umar harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka parah.

    Kepolisian setempat menyatakan Asep mengalami gangguan jiwa karena saat ditanya tidak konsisten dalan menjawab pertanyaan penyidik. Pernyataan ini diperkuat oleh hasil pemeriksaan kesehatan Asep di Rumah Sakit Sartika Asih.

    Ketua Komite Dokter Rumah Sakit Sartika Asih, Leony Widjaja, menyatakan Asep mengalami gangguan jiwa. Asep pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Jawa Barat pada 26 Juni-24 juli 2017.

    3. Penusukan Imam Masjid Al-Falah Pekanbaru. 

    Peristiwa nahas ini menimpa Yazid Nasution, 36 tahun, pada Kamis, 23 Juli 2020. Saat itu Yazid yang sedang memimpin doa sehabis salat Isya diserang oleh pelaku berinisial IM, 24 tahun.

    IM diketahui mengenal Yazid karena sering berkonsultasi. Polisi menduga pelaku kecewa dan stress karena tidak mendapatkan solusi dari konsultasinya itu.

    4. Penyerangan Kiai di Lamongan 

    Pertengahan Februari 2018 media sosial diramaikan dengan viralnya kabar penyerangan terhadap pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem, Lamongan, Hakam Mubarok. Pelaku berinisial NT menyerang saat Hakam ingin menunaikan salat Zuhur.

    Peristiwa ini bermula saat Hakam meminta pelaku yang sedang tidur di pendopo pesantren untuk bangun dan keluar. Pelaku menolak pindah lalu menantang Hakam.

    Usai menangkap pelaku, polisi membawanya ke RS Polri Jawa Timur untuk diperiksa kejiwaannya. Orang tua pelaku juga menyatakan jika anaknya itu mengalami gangguan.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?