DKI PSBB Total, Ridwan Kamil Terbitkan Edaran Perketat Kewaspadaan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melambaikan setibanya di puskesmas Garuda, kecamatan Andir, Bandung, Jawa Barat, Jumat 28 Agustus 2020. Kunjungan tersebut dalam rangka mendapatkan penyuntikan pertama sebagai relawan pada uji klinis tahap III vaksin COVID-19 Sinovac. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melambaikan setibanya di puskesmas Garuda, kecamatan Andir, Bandung, Jawa Barat, Jumat 28 Agustus 2020. Kunjungan tersebut dalam rangka mendapatkan penyuntikan pertama sebagai relawan pada uji klinis tahap III vaksin COVID-19 Sinovac. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerbitkan Surat Edaran Gubernur Nomor 443/134/Hukham tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Penularan Covid-19. Surat ini terbit untuk mengantisipasi terus naiknya angka positif Covid-19 di zona Bogor, Depok, Bekasi yang berbatasan dengan DKI Jakarta.

    “Kami berharap dengan terus meningkatkan kewaspadaan, Covid-19 dapat dikendalikan dan angka kasus positif dapat terus ditekan,” kata juru bicara, sekaligus Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad, dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 13 September 2020.

    DKI Jakarta memutuskan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB untuk menekan angka yang terus naik. Sementara itu, Jawa Barat lebih memilih PSBB Proporsional dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).

    Ridwan Kamil mengatakan PSBM sudah efektif. Kota Bogor, misalnya, kata dia, bisa menurunkan status risiko kewaspadaan dari zona merah (risiko tinggi) menjadi zona oranye (risiko sedang).

    “Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Jabar efektif dalam menekan angka penyebaran kasus Covid-19,” kata Daud.

    Daud mengatakan, Surat Edaran yang ditandatangani Ridwan Kamil pada 12 September 202 tersebut ditujukan pada semua kabupaten/kota di Jawa Barat agar meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya, dengan pengetatan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

    Surat Edaran Gubernur Jawa Barat tersebut juga meminta agar bupati/walikota meningkatkan pengawasan pada fasilitas publik dengan mencegah terjadinya kerumunan warga.

    Gubernur juga meminta bupati/walikota mengetatkan penegakan sanksi pada pelanggaran protokol kesehatan, dan mulai memberlakukan pengaturan jam operasional kegiatan publik.

    “Sanksi terhadap para pelanggar protokol kesehatan harus ditegakkan. Bupati/wali kota diminta mengatur jam operasional kegiatan publik,” kata Daud.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.