Gus Jazil: Ponpes, Tempat Belajar Para Calon Pemimpin Bangsa

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid saat bersilaturrahim dengan jajaran pondok pesantren Minhajut Thulab, Jumat (11/9). Ikut hadir pada acara tersebut pengasuh pondok Minhajut Thulab KH. Wildan Habibi.

    Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid saat bersilaturrahim dengan jajaran pondok pesantren Minhajut Thulab, Jumat (11/9). Ikut hadir pada acara tersebut pengasuh pondok Minhajut Thulab KH. Wildan Habibi.

    INFO NASIONAL – Di hadapan santri dan pengasuh Pondok Pesantren Minhajut Thulab, Desa Andoolo Utama, Kecamatan Bike, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara,  Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid mengapresiasi jerih payah para siswa yang tak pernah lelah untuk terus belajar. Belajar di ponpes itu memang tidak ringan dan tidak gampang karena harus belajar ilmu dunia dan akhirat.

    Dengan mengajarkan ilmu dunia dan akhirat, kata Gus Jazil, menjadikan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang lengkap dan berkualitas. Terbukti banyak pemimpin bangsa yang lahir dan dibesarkan di pesantren. Sejarah membuktikan, banyak santri dan ulama yang rela berjuang demi kemerdekaan Indonesia, semasa muda belajar di pondok pesantren.

    "Sudah tak terhitung jumlahnya, berapa banyak pemimpin bangsa yang lahir dari pesantren. Sudah sangat banyak, santri dan ulama yang ikut berperang melawan penjajahan. Ini menunjukkan bahwa pondok merupakan salah satu lembaga pendidikan yang cocok bagi para calon pemimpin bangsa," kata Jazilul Fawaid menambahkan.

    Pernyataan itu disampaikan Jazilul Fawaid saat bersilaturrahim dengan jajaran pondok pesantren Minhajut Thulab, Jumat, 11 September 2020. Ikut hadir pada acara tersebut pengasuh pondok Minhajut Thulab, KH. Wildan Habibi. Pada kesempatan itu Gus Jazil mendapatkan kenang-kenangan kaos bergambar Presiden ke IV, KH. Abdurrahman Wahid.

    Gus Jazil yang sempat mengenyam pendidikan di pondok pesantren pada tahun 1980-an itu menuturkan, untuk menguasai ilmu akhirat tidak mudah. Bahkan, lebih sulit dibanding ilmu dunia, apalagi untuk mempraktekannya. Selain itu, ilmu akhirat akan selalu dibutuhkan dan berguna di mana saja.

    "Ilmu akhirat menuntun kita untuk selalu mengingat Allah dan berbuat baik," kata Gus Jazil menambahkan.

    Dengan konsep pembelajaran ilmu dunia akhirat, Gus Jazil percaya keberadaan pesantren akan terus dibutuhkan. Apalagi, pondok sudah terbukti menghasilkan pemimpin yang mampu menguasai ilmu dunia dan ilmu akhirat.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.