Pengamat Sebut Ucapan Puan Maharani Bisa Sulitkan PDIP di Pilgub Sumbar

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berbincang dengan Ketua DPP PDIP Bidang Pemerintahan dan Pertahanan Keamanan Puan Maharani dalam acara pengumuman calon kepala daerah gelombang I di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Andalas, Ilham Aldelano Azre, mengatakan ucapan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani terkait Sumatera Barat menjadi heboh karena bertepatan dengan momen Pilkada 2020. Menurut Ilham, pernyataan Puan bisa menyulitkan kandidat yang diusung PDIP di Sumatera Barat.

"Analisis saya ketika berita ini dikapitalisasi terus tanpa ada penjelasan yang rasional, ini sebenarnya akan menyulitkan salah satu kandidat juga sebenarnya," kata Ilham kepada Tempo, Jumat, 4 September 2020.

Ilham mengatakan pengaruh terhadap kandidat PDIP di Sumatera Barat ini memang masih perlu diuji. Sebab di satu sisi, kata dia, basis pemilih PDIP di Sumatera Barat pun tak terlalu signifikan.

Meski begitu, Ilham berpendapat calon kepala daerah yang diusung PDIP perlu strategi komunikasi politik agar tak dikaitkan dengan pernyataan Puan. "Tergantung bagaimana kandidat ini bisa diferensiasi bahwa ini bukan pernyataan dia secara keseluruhan. Butuh strategi komunikasi politik untuk menetralisir hal tersebut," kata Ilham.

Di Sumatera Barat akan ada pemilihan gubernur-wakil gubernur dan pemilihan bupati/wali kota-wakil bupati/wakil wali kota di 13 wilayah. Untuk Pilgub, PDIP mendukung politikus Demokrat Mulyadi dan Wali Kota Pariaman Ali Mukhni.

Puan Maharani sebelumnya melontarkan harapan 'semoga Sumbar menjadi provinsi yang mendukung negara Pancasila'. Kalimat itu dia sampaikan seusai membacakan rekomendasi calon gubernur-wakil gubernur untuk Mulyadi-Ali Mukhni pada Rabu, 2 September 2020.

Ilham mengatakan pernyataan Puan itu menjadi heboh lantaran bertepatan dengan momentum Pilkada 2020. Di satu sisi, Ilham menilai tak ada nada tendensius dari Puan. Ia juga menganggap Puan tak memiliki intensi untuk menyinggung atau menyindir.

"Kalimat itu berdiri sendiri, enggak ada kalimat terusannya yang mengkritik terang benderang," kata Ilham.

Kendati begitu, Ilham tak menampik pernyataan itu menjadi bola liar di tengah kontestasi Pilkada 2020 Sumatera Barat. Apalagi, banyak politikus terutama yang berdarah Minang merespons pernyataan tersebut dengan kritik keras.

Maka dari itu, Ilham berpendapat Puan sebaiknya mengklarifikasi ucapannya. Ia menyarankan Ketua DPP Bidang Politik dan Keamanan PDIP itu memberikan penjelasan yang rasional untuk meredam gejolak yang timbul sekarang.

"Orang-orang yang selama ini bahasanya netral mulai keras, tentu ini harus diredam. Lelah energi kita membahas hal ini, jangan sampai polarisasi Pilpres terjadi (lagi) di Sumbar," kata peneliti Spektrum Politika ini.

BUDIARTI UTAMI PUTRI






Puan Maharani: PDIP dan PKB Sama-sama Partai Wong Sendal Jepit

8 jam lalu

Puan Maharani: PDIP dan PKB Sama-sama Partai Wong Sendal Jepit

Sebagai Ketua DPR, Puan Maharani menyebut dirinya sudah sering bertukar pikiran dengan Cak Imin yang juga Wakil Ketua DPR di Gedung DPR.


Kala Dewan Kolonel Jadi Guyon di Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin

9 jam lalu

Kala Dewan Kolonel Jadi Guyon di Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin

Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin diwarnai candaan seputar Dewan Kolonel yang diinisiasi politkus PDIP Johan Budi Pribaowo.


Saat Cak Imin Ingin Jadi Cawapres Puan dan Prabowo Bilang Ridwan Kamil Harus Diperhitungkan

11 jam lalu

Saat Cak Imin Ingin Jadi Cawapres Puan dan Prabowo Bilang Ridwan Kamil Harus Diperhitungkan

Muhaimin atau Cak Imin menyebut ingin jadi calon wakil presiden jika Puan nyapres. Sebelumnya, Prabowo bilang Ridwan Kamil harus diperhitungkan.


Puan Maharani soal Dewan Kolonel: Itu Hanya Nama dan Bentukan

13 jam lalu

Puan Maharani soal Dewan Kolonel: Itu Hanya Nama dan Bentukan

Hari ini di Taman Makam Pahlawan, mereka yang mengisi Dewan Kolonel hadir mendampingi Puan Maharani.


Puan Maharani dan Cak Imin Bertemu, dari Ziarah hingga Catwalk di Zebra Cross

13 jam lalu

Puan Maharani dan Cak Imin Bertemu, dari Ziarah hingga Catwalk di Zebra Cross

Meski sudah sering bertemu, Puan Maharani pun menyebut pertemuan dengan Cak Imin hari ini spesial.


Cak Imin Doakan Puan Maharani Jadi Presiden: Saya Minimal Wakil

14 jam lalu

Cak Imin Doakan Puan Maharani Jadi Presiden: Saya Minimal Wakil

Puan Maharani berharap kerja sama dengan Cak Imin bisa berlanjut hingga 2024 nanti.


Puan Maharani dan Cak Imin Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas

16 jam lalu

Puan Maharani dan Cak Imin Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas

Puan Maharani didampingi sejumlah politikus PDIP, seperti Bambang Wuryanto, Utut Adianto, hingga Trimedya Panjaitan.


Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Jakarta, Disusul PSI dan Gerindra

19 jam lalu

Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Jakarta, Disusul PSI dan Gerindra

NSN melansir hasil surveinya yang menempatkan PDIP dan PSI menduduki peringkat teratas elektabilitas di DKI Jakarta.


Megawati Ingin Bangun Kantor Partai di Empat Pulau Terluar, Ini Alasannya

1 hari lalu

Megawati Ingin Bangun Kantor Partai di Empat Pulau Terluar, Ini Alasannya

Ketua Umum PDIP Megawati ingin memiliki kantor partai di Sabang, Merauke, Miangas, dan Pulau Rote


Pemutihan Pajak Kendaraan: Bagaimana Jika Sudah Lewat 3 Tahun?

1 hari lalu

Pemutihan Pajak Kendaraan: Bagaimana Jika Sudah Lewat 3 Tahun?

Program pemutihan pajak kendaraan bermotor telah diberlakukan di beberapa daerah, termasuk Sumatera Barat (Sumbar). Berikut penjelasannya: