Ringankan Beban Masyarakat, Mensos Salurkan Tambahan Bantuan Tunai Rp500 Ribu

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Juliari P. Batubara saat meluncurkan Program BST untuk KPM Program Sembako non-PKH di Jakarta (31/08).

    Menteri Sosial Juliari P. Batubara saat meluncurkan Program BST untuk KPM Program Sembako non-PKH di Jakarta (31/08).

    INFO NASIONAL-- Pemerintah memberikan tambahan bantuan tunai Rp500 ribu kepada 9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Sembako non PKH. Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyatakan, Bantuan Sosial Tunai (BST) ini untuk meringankan beban akibat pandemi Covid-19.
     
    “Tambahan bantuan ini kita harapkan dapat meringankan beban KPM Program Sembako non-PKH akibat pandemi Covid-19. Kepada para penerima bantuan saya berpesan agar bantuan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang urgen, seperti membeli kebutuhan pokok. Jangan untuk membeli rokok,” katanya saat meluncurkan Program BST untuk KPM Program Sembako non-PKH di Jakarta, Senin (31/08).
     
    Mensos Juliari memastikan BST untuk KPM Program Sembako non-PKH ini sudah dapat dicairkan akhir Agustus ini melalui himpunan bank milik negara atau Himbara yaitu bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN dan Bank BRI.
     
    “Bantuan ini hanya sekali diberikan yaitu bulan Agustus saja dan mulai bisa diambil KPM mulai akhir pekan ini diseluruh Indonesia. Saya minta agar bantuan segera bisa dibelanjakan agar memutar roda perekonomian,” kata Mensos. Total sasaran dalam program ini sebanyak 9 juta KPM dengan anggaran sebesar Rp4,5 triliun.
     
    Penerima bansos program sembako ini merupakan keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang sangat terdampak pandemi Covid-19. “Mereka yang menerima program ini sudah terdaftar di DTKS. Pada DTKS telah dilakukan up date serta telah siap digunakan,” katanya.
     
    Diluncurkannya BST KPM Program Sembako Non-PKH ini untuk menambah jenis bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Sosial kepada masyarakat terdampak pandemi. Sebagaimana diketahui, dalam rangka menanggulangi dampak pandemi, salah satu kebijakan pemerintah adalah membantu melalui skema jaring pengaman sosial (JPS).
     
    Bantuan sosial (bansos) dari Kemensos berupa bansos reguler dan bansos khusus. Pada bansos reguler, Kemensos meningkatkan indeks bantuan dan memperluas kepesertaan. Kepesertaan PKH diperluas dari 9,2 juta menjadi 10 juta KPM. Kepesertaan KPM Program Sembako diperluas dari 15,2 juta menjadi 20 juta KPM. Indeks bantuan ditingkatkan dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu/KPM/bulan.
     
    Kemudian bansos khusus berupa Paket Sembako Bantuan Presiden untuk 1,9 juta KPM di Jakarta dan Bodetabek yang disalurkan selama tiga bulan, sejak April, Mei dan Juni dengan indeks Rp600 ribu/KPM/Bulan. Dan BST untuk 9 juta KPM di luar Jabodetabek disalurkan selama tiga bulan, sejak April, Mei dan Juni dengan indeks Rp600 ribu/KPM/Bulan. Kedua jenis bansos khusus ini diperpanjang untuk periode Juli-Desember dengan indeks Rp300 ribu/KPM/bulan. (*)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.