Kasus Red Notice, Irjen Napoleon Bantah Terima Uang dari Djoko Tjandra

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri pada Jumat, 28 Agustus 2020. Tempo/Andita Rahma

    Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri pada Jumat, 28 Agustus 2020. Tempo/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra, Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte membantah telah menerima uang dari yang bersangkutan.

    "Tidak," ujar Napoleon singkat di Gedung Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat, 28 Agustus 2020.

    Kuasa hukum Napoleon, Gunawan Raka, sebelumnya juga telah menyatakan jika kliennya tidak menerima uang atau barang dari Djoko Tjandra. Hal itu ia utarakan usai melaksanakan rekonstruksi pada 27 Agustus 2020.

    "Perlu saya sampaikan yang pertama, setelah bergulirnya perkara dugaan suap atas penghapusan red notice. Jenderal Napoleon Bonaparte secara tegas tidak pernah menerima uang atau barang sebagaimana yang selama ini diberitakan, baik itu dari Tommy sumardi, baik itu dari Brigjen (Brigadir Jenderal) Prasetijo Utomo maupun dari Djoko Tjandra, apalagi dari pihak lainnya," ucap Gunawan.

    Selain itu, Gunawan juga membantah bahwa Napoleon pernah mencabut red notice atas nama Djoko Tjandra. Sebab, menurut dia, red notice itu telah terhapus sejak Juli 2014, lantaran tidak adanya permintaan perpanjangan dari pemerintah, sehingga secara otomatis red notice tersebut terhapus.

    Hari ini, Irjen Napoleon kembali menjalani pemeriksaan terkait dugaan gratifikasi penghapusan red notice. Ia bakal diperiksa sebagai saksi untuk ketiga tersangka lainnya, yakni Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo, Tommy Sumardi, dan Djoko Tjandra, terkait perkara dugaan gratifikasi penghapusan red notice.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.