Ketua Komnas HAM Sebut Ada Ketegangan di Antara Kelompok Beragama

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik ketika sedang mendengarkan penjelasan keluarga alm Randi dan Yusuf di Komnas HAM, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019. Komnas HAM di beri 2 rekomendasi salah satunya menuntut Presiden RI membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TNGF). Tempo/Ahmad Tri Hawaari

    Ekspresi Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik ketika sedang mendengarkan penjelasan keluarga alm Randi dan Yusuf di Komnas HAM, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019. Komnas HAM di beri 2 rekomendasi salah satunya menuntut Presiden RI membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TNGF). Tempo/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menganggap hubungan sosial di antara umat beragama sedang mengalami ketegangan.

    Menurut dia, hal itu akan semakin terpicu dengan adanya kontestasi pemilu. “Kita kan jadi serba sulit. Nanti kalo saya ngomong begini, kelompok sana enggak senang, kemudian kita dilaporkan,” ujarnya dalam webinar pada Jumat, 21 Agustus 2020.

    Damanik mengatakan hubungan sosial antar umat beragama seharusnya mengantarkan kepada hubungan yang lebih manusiawi sehingga menjadi lebih terbuka. Namun, kata dia, ketegangan yang terjadi dalam masyarakat justru menciptakan problem.

    Dalam keadaan tersebut, kata dia, kecurigaan dan batasan antar kelompok-kelompok itu semakin kuat.

    “Kalo kita biarkan terus, distrust sosial semakin tinggi. Itu yang kadang-kadang para ahli hukum atau penegak hukum tak menyadari bahwa kalo ini terus dibiarkan, apa yang kita sebut sebagai satu bangsa (akan) mengalami satu kelunturan dalam hubungan-hubungan akrab sesama anak bangsa,” ucap Damanik.

    Karena itu, dia menyarankan agar dilakukan pengkajian ulang terhadap seluruh regulasi yang mengganggu kemerdekaan individu dan hubungan sosial. Di alam demokrasi, kata dia, sudah semestinya untuk siap berbeda antar satu sama lain dalam suasana keakraban.

    MUHAMMAD BAQIR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.