Kemenkes Sudah Salurkan Rp 722 Miliar untuk Insentif Tenaga Kesehatan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga medis dengan alat dan pakaian pelindung membantu pasien positif COVID-19 melakukan peregangan tubuh di ruang ICU Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2020. REUTERS

    Tenaga medis dengan alat dan pakaian pelindung membantu pasien positif COVID-19 melakukan peregangan tubuh di ruang ICU Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2020. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf khusus Menteri Kesehatan, Mariya Mubarika, mengatakan Kementerian Kesehatan sudah menyalurkan insentif tenaga kesehatan sebesar Rp 722 miliar kepada tenaga kesehatan yang menangani Covid-19.

    “Di daerah dan pusat, total Rp 722,309 miliar untuk yang sekarang tenaga kesehatan per tanggal 8 yang sudah diberikan,” kata Mariya dalam diskusi webinar, Ahad, 9 Agustus 2020.

    Mariya mengatakan, birokasi pemberian insentif tenaga kesehatan kini diperlonggar karena sebelumnya ada keluhan mengenai proses klaim. Ia menceritakan, direktur rumah sakit merasa grogi saat mengajukan klaim karena takut dianggap mengada-ada.

    “Misal dokter UGD 25, perawat, radiologi dan lain-lain yang ikut merawat pasien dari hari 1-14 atau pasien tidak datang bersamaan,” katanya.

    Saat itu, kata Mariya, Kemenkes kesulitan membedakan siapa yang berisiko terpapar Covid-19 dan berhak mendapatkan insentif. “Akhirnya kesulitan RS mengajukan klaim itu. Itu yang membuat lama karena mereka grogi,” ujarnya.

    Menurut Mariya, Kemenkes juga berencana memberikan insentif kepada dokter residen sebesar Rp 14,5 juta per bulan. “Karena mereka kesulitan bayar SPP dan lain-lain dalma pandemi ini. Semoga bisa terealisasi.”

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.