4 Syarat Persetujuan dalam Pelaksanaan Belajar Tatap Muka

Reporter

Guru dan siswa melakukan simulasi kegiatan belajar tatap muka di SMPN 1 Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 7 Agustus 2020. Simulasi yang dilakukan guru dan pegawai sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut merupakan salah satu persiapan untuk mengadakan kegiatan belajar tatap muka yang sehat serta bebas COVID-19. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menilai keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka atau belajar tatap muka di zona hijau dan kuning wajib memenuhi empat persetujuan.

“Pertama, persetujuan dari pemerintah daerah (pemda) atau dinas pendidikan dan kebudayaan di wilayah zona hijau dan kuning,” demikian bunyi pernyataan Tim Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19, Ahad, 9 Agustus 2020.

Syarat kedua adalah persetujuan kepala sekolah atau setelah sekolah dapat memenuhi protokol kesehatan yang ketat. Ketiga, adanya persetujuan wakil dari orang tua dan wali siswa yang tergabung dalam komite sekolah, meskipun kemudian sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka.

Keempat, adanya persetujuan dari orang tua peserta didik. “Jika orang tua tidak setuju, peserta didik tetap belajar dari rumah dan tidak dapat dipaksa.”

Kemendikbud, menurut Satgas, tetap melarang pembelajaran tatap muka di zona oranye dan merah. Sekolah pada zona tersebut tetap melanjutkan belajar dari rumah.

Berdasarkan data Kemendikbud, sekitar 57 persen peserta didik masih berada di zona merah dan oranye. Mereka tersebar di 238 wilayah administrasi setingkat kabupaten dan kota, sedangkan 43 persen berada di zona hijau dan kuning atau tersebar di 276 wilayah administrasi.

Kemendikbud juga mengidentifikasi sejumlah persoalan ketika menerapkan pembelajaran daring. Misalnya, tidak semua mampu mendampingi anak belajar karena orang tua bekerja atau urusan rumah. Orang tua juga kesulitan memahami pelajaran dan memotivasi anak saat belajar di rumah.

Di sisi anak didik, mereka kesulitan konsentrasi dan mengeluhkan beratnya penugasan soal dari guru, serta peningkatan stres dan jenuh akibat isolasi berkelanjutan. “Kondisi tersebut dapat berpotensi untuk menimbulkan rasa cemas dan depresi bagi anak,” kata Satgas Penanganan Covid-19.

Sementara guru kesulitan mengelola pembelajaran jarak jauh dan fokus pada penuntasan kurikulum. Guru juga mengalami waktu pembelajaran berkurang sehingga tidak mungkin memenuhi beban jam mengajar, dan kesulitan berkomunikasi dengan orang tua sebagai mitra di rumah.

FRISKI RIANA






Dirut LPDP: Target Beasiswa Kemendikbud 282.334 Orang

4 hari lalu

Dirut LPDP: Target Beasiswa Kemendikbud 282.334 Orang

LPDP menyebut target beasiswa kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebanyak 282.334 orang.


Program Kampus Mengajar, Siapakah yang Mengajar dan untuk Siapa?

8 hari lalu

Program Kampus Mengajar, Siapakah yang Mengajar dan untuk Siapa?

Kampus Mengajar merupakan salah satu program yang dicanangkan Kemdikbud. Siapakah yang mengajar dan untuk siapa?


Pendaftaran Beasiswa IISMA Dibuka Februari, Bisa Kuliah di Yale University hingga UCL

9 hari lalu

Pendaftaran Beasiswa IISMA Dibuka Februari, Bisa Kuliah di Yale University hingga UCL

Pendaftaran beasiswa IISMA dibuka hingga 1 Maret 2023.


Mahasiswa Vokasi Kini Bisa Ikut di Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

18 hari lalu

Mahasiswa Vokasi Kini Bisa Ikut di Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Pada tahun ini PMM dibuka untuk kampus vokasi.


5.133 Relawan Bakal Dampingi Calon Mahasiswa Daftar KIP Kuliah

19 hari lalu

5.133 Relawan Bakal Dampingi Calon Mahasiswa Daftar KIP Kuliah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyambut 5.133 relawan KIP Kuliah.


Kisah Perjuangan Mahasiwa Disabilitas UNY hingga ULM yang Raih KIP Kuliah

20 hari lalu

Kisah Perjuangan Mahasiwa Disabilitas UNY hingga ULM yang Raih KIP Kuliah

Jilly Floreta, mahasiswa UNY, penyandang disabilitas mental berupa Bipolar Affective Disorder yang raih KIP Kuliah. Simak kisahnya.


Mau Ikut Program Magang Merdeka? Ini 6 Hal yang Perlu Dipersiapkan

20 hari lalu

Mau Ikut Program Magang Merdeka? Ini 6 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Kampus Merdeka Batch 4 segera dimulai. Ini yang perlu kalian persiapkan.


UI Apresiasi Kemendikbud hingga Kemenparekraf dalam Program Kedaireka

24 hari lalu

UI Apresiasi Kemendikbud hingga Kemenparekraf dalam Program Kedaireka

Universitas Indonesia (UI) menggelar acara bertajuk "Appreciation Day Program Matching Fund 2022" yang digelar pada Rabu, 11 Januari 2023


Antisipasi Joki di SNPMB 2023, Soal SNBT Bakal Diacak hingga Ada Metal Detector

25 hari lalu

Antisipasi Joki di SNPMB 2023, Soal SNBT Bakal Diacak hingga Ada Metal Detector

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2023 Mochamad Ashari mengatakan pihaknya mengantisipasi kemungkinan adanya joki pada seleksi tahun ini.


Poltek Perkapalan Negeri Surabaya Bikin Kapal Berbahan Plastik, Hemat Bahan Bakar

36 hari lalu

Poltek Perkapalan Negeri Surabaya Bikin Kapal Berbahan Plastik, Hemat Bahan Bakar

Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) membuat inovasi kapal ikan berbasis rigid buoyant boat (RBB).