Majalah Tempo Raih Udin Award 2020

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fatia Maulidiyanti Koordinator KontraS 2020-2023 yang menjadi Dewan Juri Udin Award. Foto: KontraS.org

    Fatia Maulidiyanti Koordinator KontraS 2020-2023 yang menjadi Dewan Juri Udin Award. Foto: KontraS.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) memberikan penganugerahan Udin Award 2020 kepada Majalah Tempo.

    “Selamat kepada Majalah Tempo yang memenangkan Udin Award 2020. Semoga tetap dapat menjadi terdepan dalam menyuarakan kebebasan pers dan hak atas informasi di Indonesia,” kata Fatia Maulidiyanti, Dewan Juri Udin Award dari KontraS, dalam Malam Resepsi 26 Tahun AJI secara daring, Jumat, 7 Agustus 2020.

    Udin Award diberikan kepada individu atau kelompok jurnalis yang menjadi korban kekerasan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya secara profesional.

    Menurut Fatia, Majalah Tempo dalam menjalankan tugas jurnalistiknya mengalami sejumlah ancaman. Mulai dari doxxing, upaya peretasan maupun kekerasan. “Salah satunya juga terkait dengan cover Tempo yang Jokowi pinokio,” kata Fatia.

    Dewan juri lainnya, Sasmito Madrim, menambahkan bahwa Majalah Tempo juga mengalami kriminalisasi terkait pemberitaan berjudul Berita Investigasi Swasembada Gula: Cara Amran dan Isam. “Kita melihat Tempo jadi korban kekerasan, dikriminalisasi sampai ke pengadilan,” ujar Sasmito.

    Majalah Tempo juga dinilai telah memenuhi enam indikator untuk Udin Award, yaitu integritas, profesionalisme pers, konsistensi pemberitaan, dampak pemeberitaan, upaya penegakan kebebasan pers dan hak publik, dan prestasi kerja.

    Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Wahyu Dhyatmika menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para nominator. Ia mengatakan bahwa penghargaan ini untuk pengorbanan dalam liputan jurnalistik yang turut dirasakan para wartawan.

    “Kami hanya satu dari sekian wartawan yang bekerja keras memastikan kebebasan berekspresi yang kita nikmati sekarang bermanfaat untuk publik,” ujar pria yang akrab disapa Bli Komang ini.

    Nama Udin Award diambil dari panggilan wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin, yang meninggal pada 16 Agustus 1996 di Yogyakarta. Udin dianiaya orang tidak dikenal karena berita korupsi yang ditulisnya pada 13 Agustus 1996, dan meninggal dunia tiga hari kemudian. Sampai saat ini, kasusnya tidak tuntas diusut. Pelaku pembunuhan Udin tak pernah terungkap hingga saat ini.

    Melalui Udin Award, AJI ingin memberikan penghargaan kepada jurnalis maupun kelompok jurnalis profesional, dan memiliki dedikasi pada dunia jurnalistik, serta menjadi korban kekerasan.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.