Calon Akpol Gagal karena Positif Covid-19, Polda Kepri: Itu Hasil Lembaga Resmi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt memberikan keterangan pers di Batam, Senin 3 Agustus 2020. ANTARA/HO-Polda Kepri

    Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt memberikan keterangan pers di Batam, Senin 3 Agustus 2020. ANTARA/HO-Polda Kepri

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau atau Polda Kepri membantah tudingan yang menyebut jika sengaja menggagalkan seorang calon peserta Akademi Polisi (Akpol) dengan menyatakan positif Covid-19.

    "Terlalu hina jika Polda Kepri dikatakan ingin menggagalkan peserta yang sudah lulus di tingkat provinsi," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Kepulauan Riau Komisaris Besar Harry Goldenhart saat dihubungi pada Jumat, 7 Agustus 2020.

    Harry mengatakan, jika peserta di wilayah Kepolisian Daerah lainnya juga ada yang gugur lantaran positif Covid-19. Ia menegaskan bahwa memang sudah aturan dari pusat, yakni Markas Besar Kepolisian RI, bahwa mereka yang dinyatakan lolos seleksi ke tingkat pusat, harus terlebih dahulu menjalani swab test sebelum berangkat ke DKI Jakarta.

    Namun, ketika hasil swab test menunjukkan positif, maka secara otomatis peserta tersebut tak bisa berangkat alias gugur dari seleksi.

    Apalagi, kata Harry, pihaknya mendapatkan hasil kesehatan para peserta dari lembaga resmi yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. "Kami hanya terima hasilnya dari lembaga. Kami memang punya lab, tapi kan bukan yang ditunjuk oleh Gugus Tugas atau Kementerian Kesehatan jadi tidak berwenang," ucap dia.

    Sebelumnya ramai dibicarakan di media sosial usai seorang perempuan yang diduga gagal lolos tes Akpol ke tingkat pusat lantaran dinyatakan positif Covid-19.

    Namun, perempuan tersebut membantah 'vonis' positif corona lewat tes mandiri yang dilakukan di klinik maupun rumah sakit. Isu ini viral setelah dibuat utas (thread) oleh akun twitter bernama @siap_abangjagoo. Pemilik akun tersebut menceritakan seorang perempuan diduga gagal tes seleksi masuk Akpol di tingkat pusat.

    "Jadi, kemarin itu aku daftar ikut seleksi Akpol, masih seleksi daerah sih. Tapi, Alhamdulillah aku ranking 1 se-provinsi, udah sampai sidang akhir, terus berhak untuk melanjutkan tes ke tingkat pusat," demikian cuit @siap_abangjagoo.

    Akun tersebut menceritakan bahwa calon Akpol lagi mempersiapkan diri untuk mengikuti tes di tingkat pusat, termasuk melakukan rapid test Corona. Dalam utas yang dibuatnya, dia menampilkan rapid test yang dilakukannya menunjukkan hasil negatif COVID-19.

    Pada cuitan selanjutnya, dia mengunggah video singkat saat pihak kepolisian datang ke rumahnya menyampaikan hasil positif COVID-19, sehingga tak bisa ikut seleksi. Dia pun gugur di seleksi Akpol untuk tingkat pusat.

    "Terus, sorenya datang orang dari Polda ke rumahku. Ngasi kabar kalau aku dinyatakan positif covid, tapi enggak ada bukti tertulis resmi kalau aku emang beneran positif covid. Yaudah, intinya gak bisa berangkat aja gitu alias gugur," kata dia.

    Tak terima dengan vonis tersebut, dia lalu melakukan swab test mandiri. Berdasarkan hasil swab test di klinik, dia dinyatakan negatif COVID-19. Selain itu, dia rontgen paru-paru dan melakukan rapid metode Eclia.

    Ia pun turut menampilkan hasil rontgen dan rapid Eclia. Akun @siap_abangjagoo menyatakan dia bukan satu-satunya yang gugur seleksi Akpol ke tingkat pusat setelah 'divonis' positif Corona.

    “Ini bukan aku sendiri aja yang kena, tapi kawanku juga. Ada sekitar 6 orang yang tes Akpol disini yang kena kasus gini. Yang aku tau kabarnya, 3 orang kawan aku coba ulang swab karena gayakin, dan ternyata bener NEGATIF semua!!,” lanjutnya.

    Atas peristiwa ini, dirinya pun sedih lantaran sudah latihan selama satu tahun lebih buat bisa masuk Akpol.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.