Kemenkes Tegaskan Belum Ada Negara yang Produksi Obat atau Vaksin Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota staf menunjukkan sampel vaksin Covid-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd., yang berada di Beijing, China, 11 April 2020. (ANTARA FOTO/Xinhua/Zhang Yuwei/pras)

    Seorang anggota staf menunjukkan sampel vaksin Covid-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd., yang berada di Beijing, China, 11 April 2020. (ANTARA FOTO/Xinhua/Zhang Yuwei/pras)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada negara di dunia yang mampu memproduksi obat atau vaksin Covid-19

    "Banyak lembaga internasional dan nasional sedang bekerja keras untuk mendapatkan obat ataupun vaksin Covid 19. Sebagian kandidat vaksin juga sudah memasuki tahap uji klinik tahap akhir," kata Pelaksana tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Slamet, dalam keterangan tertulis, Selasa, 4 Agustus 2020.

    Slamet mengatakan yang pasti beberapa negara, termasuk Indonesia, tergabung dalam Solidarity Trial WHO. Tujuannya untuk mendapatkan bukti klinis yang lebih kuat dan valid terhadap efektivitas dan keamanan terbaik dalam perawatan pasien Covid-19.

    Secara garis besar, Slamet menjelaskan proses produksi obat terbagi ke dalam empat bagian. Pertama, diawali dengan upaya penemuan bahan, zat, atau senyawa potensial obat melalui berbagai proses penelitian.

    Selanjutnya, bahan potensial obat tersebut harus melewati berbagai proses pengujian diantaranya adalah uji aktivitas zat, uji toxisitas in vitro dan in vivo pada tahap pra klinik, serta uji klinis untuk fase I, fase II dan fase III. Tahap ketiga adalah proses izin edar.

    "Keempat, diproduksi melalui cara pembuatan obat yang baik (GMP) dan dilakukan kontrol pada proses pemasaran," kata Slamet.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.