Soal Covid-19, Jokowi: Belakangan Terlihat Masyarakat Semakin Khawatir

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat ini digelar setelah diunggahnya video saat Presiden memperingatkan kabinetnya terkait penanganan Covid-19. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat ini digelar setelah diunggahnya video saat Presiden memperingatkan kabinetnya terkait penanganan Covid-19. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut, belakangan ini masyarakat, semakin terlihat khawatir akan Covid-19.

    "Saya tidak tahu sebabnya apa, tapi suasana pada minggu-minggu terakhir ini terlihat masyarakat berada pada posisi khawatir. Entah karena kasusnya semakin meningkat atau karena orang yang tidak taat pada protokol semakin banyak," ujar Jokowi saat membuka Rapat Terbatas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2020.

    Hingga kemarin, Ahad, 2 Agustus 2020, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan angka kumulatif pasien positif Covid-19 di Indonesia mencapai 111.455 orang dengan total kasus sembuh 68.975 orang dan 5.236 kasus meninggal.

    Jokowi berharap, angka kematian bisa terus ditekan karena sudah berada di atas persentase angka kematian global. "Fatality rate 4,7 persen dan angka ini lebih tinggi 0,8 dari angka kematian global. Ini PR besar kita bersama. Recovery rate 61,9 persen, ini sudah cukup bagus dan terus meningkat angkanya," ujar Jokowi.

    Sementara untuk pengendalian penyebaran Covid-19, Jokowi meminta jajarannya untuk fokus melakukan sosialisasi protokol kesehatan. "Saya ingin dua minggu ini fokus kampanye pakai masker, dua minggu kemudian kampanye cuci tangan dan selanjutnya jaga jarak. Tidak dicampur semua agar masyarakat benar-benar paham. Kita harus lakukan kampanye secara masif dengan cara-cara yang berbeda," ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.