Angka Kematian Covid Indonesia Tinggi, Jokowi: Ini PR Besar Kita Bersama

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis yang mengenakan APD lengkap mengangkat peti berisi jenazah pasien positif Covid-19 menuju lokasi pemakaman di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis, 16 Juli 2020. Jumlah kematian pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 3.957, sementara Cina 4.644. ANTARA/Ampelsa

    Petugas medis yang mengenakan APD lengkap mengangkat peti berisi jenazah pasien positif Covid-19 menuju lokasi pemakaman di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis, 16 Juli 2020. Jumlah kematian pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 3.957, sementara Cina 4.644. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyoroti angka kematian pasien Covid-19 yang semakin tinggi di Indonesia, bahkan melebihi persentase angka kematian global.

    "Sampai kemarin sudah 11 ribu lebih kasus Covid-19 dengan Case fatality rate 4,7 persen. Dan angka ini lebih tinggi 0,8 dari angka kematian global. Saya kira ini menjadi PR besar kita bersama," ujar Jokowi Rapat Terbatas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2020.

    Hingga kemarin, Ahad, 2 Agustus 2020, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan angka kumulatif pasien positif Covid-19 di Indonesia mencapai 111.455 orang dengan total kasus sembuh 68.975 orang dan 5.236 kasus meninggal.

    Jokowi berharap, angka kematian bisa terus ditekan dan angka kesembuhan terus ditingkatkan. "Recovery rate 61,9 persen, sudah cukup bagus dan terus meningkat angkanya," ujar Jokowi.

    Sementara untuk pengendalian penyebaran Covid-19, Jokowi meminta jajarannya untuk fokus melakukan sosialisasi protokol kesehatan.

    "Saya ingin dua minggu ini fokus kampanye pakai masker, dua minggu kemudian kampanye cuci tangan dan selanjutnya jaga jarak. Tidak dicampur semua agar masyarakat benar-benar paham. Kita harus lakukan kampanye secara masif dengan cara-cara yang berbeda," ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.