PDIP Diduga Bakal Usung Mantu Jokowi, Loyalis Akhyar Nasution Mundur dari Partai

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution (kanan) bergegas usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumut, Medan, Sumatera Utara, Jumat 12 Juni 2020. Penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut memeriksa Akhyar Nasution sebagai saksi dalam kasus dugaan penyalahgunaan anggaran dalam penyelenggaraan kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) tahun 2020 dengan dana sebesar Rp4,7 Milliar. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

    Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution (kanan) bergegas usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumut, Medan, Sumatera Utara, Jumat 12 Juni 2020. Penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut memeriksa Akhyar Nasution sebagai saksi dalam kasus dugaan penyalahgunaan anggaran dalam penyelenggaraan kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) tahun 2020 dengan dana sebesar Rp4,7 Milliar. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Jakarta - Loyalis Akhyar Nasution, Ade Darmawan, mundur dari keanggotaannya di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Medan, Sumatera Utara.

    Ade mundur setelah semakin menguat gelagat PDI Perjuangan mendukung menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution di Pilkada Medan 2020.

    Ade mengatakan ia memilih mundur lantaran sudah tak sejalan dengan partai. Sedangkan, partai menginstruksikan kader harus tegak lurus terhadap apa pun keputusan pusat.

    "Keputusan partai saat ini Mas Bobby dicalonkan. Saya kan enggak bisa mematuhi keputusan itu, jadi saya akhirnya mundur saja," kata Ade kepada Tempo, Kamis, 30 Juli 2020.

    Ade menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Medan. Ia juga melepas keanggotaannya di Baitul Muslimin Indonesia, organisasi sayap milik PDI Perjuangan.

    Ade mengatakan sebagian kader PDIP juga kecewa atas keputusan partai memilih Bobby alih-alih Akhyar yang merupakan kader partai banteng. Namun, ia mengaku tak mengajak rekan-rekannya untuk ikut mundur dari partai.

    "Sebagian sangat kecewa, ya tapi kan partai punya pilihan dan penilaian yang berbeda," kata Ade. "(Namun) kami tidak boleh kecewa."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.