Enam Prajurit TNI AD Jadi Tersangka Penculikan Warga Poso

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Palu:Enam prajurit TNI AD dari Kompi B Batalyon 711 ditetapkan tersangka kasus penculikan delapan warga Desa Toyado, Kecamatan Lage, Poso. Dalam peristiwa itu yang terjadi 18 November 2001 itu, dua korban telah tewas dan dua lolos. Sedang empat korban hilang tidak diketahui rimbanya hingga kini, termasuk Hasyim Toana yang menjadi imam di Masjid Toyadi. Keputusan penyidikan itu disampaikan Mayor CPM Wempy, Komandan Detasemen Polisi Militer VII/2 Palu, Jumat (18/1). "Kemungkinan besar tersangka akan bertambah," ujar Wempy. Pasalnya, penculikan dilakukan sekitar 50 prajurit TNI AD yang bermarkas di Kelurahan Kauwa, Poso. Wempy menolak mengungkap nama-nama tersangka dengan alasan untuk menghindari balas dendam warga. Yang pasti, jelas Wempy, diantara enam tersangka itu termasuk komandan peleton (Danton). "Dia harus bertanggungjawab perbuatan anak buahnya," ujarnya. Ia mengungkap sebagian besar proses penyidikan telah rampung. Rencananya, awal Pebruari berkas perkara diserahkan oditur. Lantas, apa motif penculikan itu? Mayor Wempy menjelaskan, saat itu para pelaku panik. Pasalnya, komandan mereka tergeletak diberondong peluru oleh kelompok putih (warga muslim). Komandan kompi B, Letda Inf. Tomy, kena tembak di kening, persis diantara kedua mata. Saat ini Tomy masih dirawat di RSAD Gatot Subroto, Jakarta. Ketika dibawa ke markas, Tomy dalam keadaan koma. Kondisi ini menyulut emosi para anak buahnya. Malahan, saking marahnya, beberapa prajurit melepas tembakan secara membabi buta. "Mereka panik dan marah. Ada yang berteriak, mengapa kami harus jadi korban," tutur Wempy. Menyusul peristiwa itulah kemudian berlangsung penculikan terhawap warga. Delapan warga Toyado, yang tinggal di barak-barak, diciduk ketika makan sahur. Mereka diangkut ke truk, kemudian diturunkan di Desa Tagolu yang ketika itu menjadi basis kelompok merah (kristen). Dua korban penculikan berhasil lolos, yakni Saharuddin dan Yadi. Kedua orang inilah yang bercerita pelaku penculikan adalah prajurit TNI AD. (Darlis Muhammad - Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.